Topic
Home / Berita / Nasional / Warga Bidara Cina Ketakutan

Warga Bidara Cina Ketakutan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Warga dibantu petugas Satpol PP memindahkan barang-barang rumah tangga di warga RT 06 RW 05 Bidaracina, Jakarta Timur, Sabtu (10/10). (Suara Pembaruan)
Warga dibantu petugas Satpol PP memindahkan barang-barang rumah tangga di warga RT 06 RW 05 Bidaracina, Jakarta Timur, Sabtu (10/10). (Suara Pembaruan)

dakwatuna.com – Jakarta. Kemenangan warga Bidara Cina dalam gugatannya kepada Pemerintah Provinsi atas rencana penggusuran di wilayah itu disambut sukacita warga Bidara Cina. Namun kegembiraan warga terancam sirna disebabkan pemprov berencana akan mengajukan kasasi atas kekalahannya dalam Pengadilan Tata Usaha Negara. Rencana tersebut disampaikan Kepala Sub Bagian Sengketa Hukum Biro Hukum DKI Jakarta, I Made Suarjaya. Menurut Made, saat ini Pemprov DKI belum mengetahui putusan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN). Namun dijelaskannya, Pemprov DKI, secara tegas akan mengambil langkah hukum yang lebih tinggi yakni kasasi seperti diberitkan inilah.com

Kecemasan warga sangat terasa, ketenangan yang di dapat dalam kemenangan ini terancam sirna dengan adanya rencana pemprov tersebut. “Kami sempat mengalami ketakutan mas, mau tinggal dimana kalau kalah, untung kami menang Warga Bidara kami cukup legalah,” ujar Mariam seperti yang dilansir suara.com. Bahkah salah seorang warga bernama Arnold begitu pasrah mendengar rencana Pemprov tersebut “Kami terima saja, apa langkah yang diambil pemprov, itu hak mereka mau lakukan apa, kami warga dengan kepengurusan pengadilan sudah membuat kami tenang,”

Sebelumnya Warga Bidara Cina melayangkan gugatan atas surat keputusan Gubernur Nomor 2779 Tahun 2015. Surat keputusan tersebut menyebutkan tanah yang akan dibebaskan untuk sodetan Kali Ciliwung menuju ke Kanal Banjir Timur seluas 10.357 meter persegi. Padahal, dalam surat keputusan yang diterbitkan pada 16 Januari 2014, luas tanah yang akan dibebaskan cuma 6.095,94 meter persegi. Warga menggugat karena kebijakan penggusuran tanpa dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Dan pengadilan pun mengabulkan gugatan warga yang diwakili Yusril Ihza Mahendra (hs/dakwatuna)

Redaktur: Hendro Sulistiyo

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar

Lihat Juga

Status Hukum Presiden Mursi Pasca Hukuman Mati Dianulir

Figure
Organization