Topic
Home / Berita / Opini / Sakitkah Ahok?

Sakitkah Ahok?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (ANTARA/ZABUR KARURU)
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (ANTARA/ZABUR KARURU)

dakwatuna.com – Jakarta. Mundurnya Walikota Jakarta Utara Rustam Efendi setelah dirinya dimarahi di depan rapat oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Kusuma (Ahok) menambah daftar orang-orang yang bermasalah dengan Ahok. Tentunya ini menjadi tanda tanya besar buat Ahok yang kerap kali tampil dengan marah-marah di depan publik bahkan diikuti dengan kata-kata kotor. Prilaku Ahok ini mendapat perhatian dari Pengamat Prilaku Taufiq Baharudin yang menurutnya ada masalah dalam kepribadianya. “Orang ini (Ahok) sakit. Dia punya masalah hubungan baik dengan dirinya,” kata Taufik dalam perbincangan dengan tvOne, Jumat, 29 April 2016.

Terkaitnya dengan pengunduran Rustam, Taufiq menilai bahwa harga diri Rustam sudah dilukai dan responnya adalah pengundurann diri. “Itunya (harga dirinya) kena, apapun dikorbankan,” kata Taufik seperti dilansir viva.co.id

Menurut Taufiq, seharusnya Ahok memimpin Jakarta bukan dengan gayanya seperti sekarang ini agar ditakuti oleh orang, membabi buta menyerang anak buahnya serta semua pihak yang berseberagan dengannya. Perilaku Ahok ini menjadi parhatian Wakil Ketua  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Lulung Lunggana menyindirnya agar Ahok melakukan tes kejiwaan. “Jalan pikirannya itu ngaco. Ingat enggak dulu saya ngomong ke dia, pertama kali yang saya bilang dia mesti diperiksa kesehatan jiwanya? Salah enggak sekarang? Buktinya ngaco terus. Siapa yang enggak setuju diajak berkelahi sama dia,” ujar Abraham “Lulung” Lunggana seperti dberitakan tribunnews.com.

Namun menanggapi pernyataan Lulung, Ahok menganggap dirinya tidak bermasalah. “Aku sudah periksa jiwa waktu dulu. Sebelum mau jadi Wagub DKI, waktu mau jadi anggota DPR RI, waktu mau jadi Bupati Belitung Timur, sama mau jadi anggota DPRD di sana. Aku tidak mengerti kok bisa lolos,” ucapnya dalam berita  okezone.com

Terlepas dari pernyataan di atas tentunya kita menginginkan Jakarta dipimpin oleh Gubernur yang lebih mengedepankan kesantunan. Ketegasan bukanlah pada kata-kata kasar ataupun marah-marah tapi pada sikap apalagi Jakarta merupakan Ibukota Negara Republik Indonesia. (hs/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar

Lihat Juga

Keluarga Cabut Banding Vonis Ahok, Apa Alasannya?

Figure
Organization