Topic
Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Lanjut Usia

Lanjut Usia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (digipraim.com)
Ilustrasi. (digipraim.com)

dakwatuna.com

Desah nafasnya memburu waktu

Detak jantung pun cepat berderu
Tangan membentang menangkap angan
Begitupun langkah kaki terpatah-patah jatuh ke bumi

Dulu kau gagah perkasa berdiri
Menepuk dada dengan bangga
Mendongak perkasa memandang dunia
Lantang bersuara membahana
Itu dulu…dulu saat kau memiliki umur yang cukup dalam bertindak

Muda…masa prilaku teruji
Muda…saat kau dulu bermain hati
Muda…penuh dengan gairah emosi
Muda….masa mu telah berlalu dariku

Yang terjadi saat ini hanya umur mendampingi
Tindakmu dulu menjadi cerminan kini
Senyum indah hadiah tetes keringat pengorbanan
Sedang penyesalan pengetahuan atas tindakan
Lanjut usia…
Tidak lagi muda, perkasa, bangga dengan kelebihan yang ada
Akhirnya di penghujung dunia
Kembali pula kepada yang kuasa
Sial kau masa muda telah memberikan posisi saat ini
Bahagia sengsara ada dalam genggamanmu
Kini hanya lanjut usia…
Selamat tinggal muda

(dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Lihat Juga

Optimalisasi Nikmat Usia

Figure
Organization