Home / Berita / Nasional / PP KAMMI Tuntut Jokowi-JK Ubah Sistem Pengupahan

PP KAMMI Tuntut Jokowi-JK Ubah Sistem Pengupahan

Aksi buruh menuntut diberlakukannya upah yang layak. (tempo.co)
Aksi buruh menuntut diberlakukannya upah yang layak. (tempo.co)

dakwatuna.com – Jakarta. PP KAMMI  tuntut pemerintah Jokowi -JK ubah standar upah bagi pekerja. Pihak PP pun memberikan pembanding standar upah dari pemerintah dengan standar orang yang disebut kaya yaitu mampu berzakat (senishob). Selain itu turut mendorong  pemerintah untuk  mengubah definisi miskin versi pemerintah dengan definisi miskin dalam Islam.

Standar yang dipergunakan menurut Islam adalah standar wajib zakat, yaitu kekayaan harta atau pendapatan sesuai nishob. Besaran nishob senilai 85 gram emas. Islam menggunakan standart nisob berasal dari pendapatan atau harta yang dimiliki. BPS sendiri mencatat orang miskin dari pengeluaran. Dasarnya perhitungan dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemenuhan terhadap kebutuhan dasar.

Mengacu pada harga emas pekan ini berkisar IDR:520.000/gr | USD:1.223,40/oz | Kurs IDR/USD:13.200,00 maka besaran total pendapatan rakyat Indonesia selama setahun yang disebut miskin minimal sebesar Rp.44.200.000,-. Artinya dalam waktu satu bulan pendapatanya yang diperoleh minimal Rp. 3.683.333,- atau pendapatan perhari sebesar Rp.122.778,- .

Sedangkan saat ini upah minimum di Indonesia berkisar antara 1,2 juta sampai 2,7 juta. Sehingga pekerja yang diberi upah sesuai UMR pun masih disebut miskin. Untuk itu KAMMI memdesak pemerintah untuk memberikan upah minimum bagi pekerja sebesar 3,6 juta rupiah. KAMMI siap bergabung bersama elemen pekerja lainnya siap berdiskusi dengan pemerintah bahkan seluruh kader KAMMI se-Indonesia siap turun ke jalan mengadvokasi rakyat Indonesia. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Anggota DPR AS: Trump Picu Kebencian pada Islam di Amerika

Organization