Home / Berita / Daerah / Kunjungi RS Sumber Waras, Fadli Zon Beberkan Sejumlah Temuan

Kunjungi RS Sumber Waras, Fadli Zon Beberkan Sejumlah Temuan

RS Sumber Waras
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengunjungi RS Sumber Waras, Jakarta. Senin (18/4/2016). (sindonews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengunjungi RS Sumber Waras pada Senin (18/4/2016) kemarin. Setelah kunjungan tersebut, politikus Partai Gerindra tersebut membeberkan sejumlah temuan dan menyatakan bahwa masih banyak masalah yang seharusnya diselesaikan terlebih dahulu sebelum adanya transaksi jual beli yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pihak yayasan pada 2014 lalu.

Ini disampaikan Fadli, setelah melihat kondisi fisik RS Sumber Waras dan berbincang dengan Direktur Utamanya Abraham Tedjanegara. Bahkan, Fadli mengaku diperlihatkan sejumlah dokumen terkait RS itu.

“Pak Abraham tadi memperlihatkan beberapa dokumen. Ini menurut saya, kalau dari pihak Pak Abraham tadi secara kronologis. Ternyata memang masih banyak masalah yang harusnya diselesaikan terlebih dahulu, harusnya diverifikasi,” kata Fadli Zon, sebelum meninggalkan RS Sumber Waras di Jakarta Barat. Demikian dilansir jpnncom

Diantara permasalahan yang mendapat sorotan antara lain soal pajak bumi dan bangunan (PPB). Saat ini ada dua kepemilikan yang berbeda antara pemegang surat hak milik (SHM) dengan pihak Yayasan Kesehatan Sumber Waras, yang menguasai hak guna bangunan (HGB).

“Tapi di dalam PBB-nya masih satu, di Jalan Kyai Tapa. Ini PBB-nya belum dipecah, seharusnya PBB ini dipecah. Karena dua kepemilikan yang berbeda, walaupun masih ada perbedaan-perbedaan pendapat soal itu,” ujar Fadli.

Ia juga menyoroti soal letak bangunan rumah sakit, diakui Fadli, sesuai dokumen letaknya di Jalan Kyai Tapa. Tapi, bangunannya sekarang ada di Jalan Tomang Utara.

“Memang secara dokumen, disebut di Jalan Kyai Tapa. Tapi secara fisik saya melihat ini jalannya bukan di Jalan Kyai Tapa lahan yang dibeli oleh Pemprov DKI itu,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan oleh merdekacom bahwa keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membeli lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras menuai polemik panjang. Banyak pihak yang menduga telah terjadi ‘mark up’ harga lahan hingga merugikan keuangan negara.

Pembelian itu merupakan ide dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pemprov sendiri telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk mengambil alih lahan tersebut dari Yayasan RS Sumber Waras, untuk kemudian dialihfungsikan sebagai rumah sakit khusus kanker.

Pembelian ini menuai polemik ketika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya dugaan penggelembungan harga hingga mencapai Rp 191 miliar. Di mana, Pemprov mematok Nilai jual objek pajak (NJOP) di lokasi tersebut sebesar Rp 20 juta per meter persegi. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

PBB: 70 Persen Warga Yaman Menderita Kelaparan

Organization