Home / Berita / Daerah / Mengapa Ratna Sarumpaet tak Lagi Dukung Ahok?

Mengapa Ratna Sarumpaet tak Lagi Dukung Ahok?

Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet diamankan petugas saat mendampingi warga yang menolak penggusuran kawasan Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara. (sindonews.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Ratna Sarumpaet dikenal sebagai pendukung loyal Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat Pilkada DKI 2013 lalu.

Namun belakangan ini hubungan antara aktivis Ratna Sarumpaet dengan Ahok terkesan panas dan saling bertolak belakang.

Ratna Sarumpaet pun bicara blak-blakan soal hubungan dia dengan Ahok. Dulu, dia merupakan salah satu pendukung dan relawan Jokowi-Ahok pada Pilgub DKI 2013 lalu.

“Dulu dia datang ke rumah saya, dia minta dukungan saya waktu dia masih ngumpulin KTP. Sebelum ketemu Jokowi dan saya orang yang langsung salam dia justru karena dia minoritas,” kata Ratna saat ditemui wartawan di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2016), dikutip dari detikcom.

Dukungan Ratna untuk Ahok bukan tanpa alasan.  “Saya bilang, Indonesia harus belajar menerima pemimpin tidak dari latar belakang agama atau etnis,” katanya.

Namun, belakngan Ratna merasakan apa yang dilakukan Ahok tidak sesuai dengan pandangannya. Terutama terkait masalah relokasi kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur.

“Enggak lama memerintah, malah urusan agama saya diacak-acak. Soal kurban lah dicampuri, dan itu saya mulai terganggu. Tetapi yang paling mengganggu saya adalah kekerasan di Kampung Pulo,” cerita Ratna.

“Dan sejak itu pula dia merasa bahwa aku adalah musuhnya. Biarin saja, tetap saja itu tidak akan menghentikan saya melawan kekerasan yang dia buat,” tambah Ratna yang kedatangannya ke Gedung DPRD DKI untuk mengadukan masalah penertiban kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Baru-baru ini Ratna Sarumpaet ditangkap aparat saat mendampingi warga dalam aksi penolakan penggusuran kawasan Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Ia ditangkap dua Polwan dan satu polisi. Ia digiring polisi menuju mobil pribadi miliknya. Ratna ditangkap sesaat setelah bentrokan antara warga dengan polisi pecah.

“Mbak Ratna ditahan di mobilnya, dia gak boleh keluar,” ujar Ariko, teman dekat Ratna yang berada di samping mobil Ratna, Senin (11/4/2016) kepada liputan6com

Bentrokan antara aparat dengan warga pecah pada pukul 08.45 WIB. Setelah negosiasi antarperwakilan warga tak menemui kata sepakat dengan Camat dan Kapolsek Penjaringan.

Warga menuntut ganti rugi, sedangkan aparat tak mau kompromi untuk menunda tugas mereka, eksakavator pun dikerahkan ke hadapan warga yang duduk dan enggan beranjak dari lokasi. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Keluarga Cabut Banding Vonis Ahok, Apa Alasannya?