Topic
Home / Berita / Nasional / Kenali Tanda-Tanda Jantung Kita Mulai Bekerja Tidak Wajar

Kenali Tanda-Tanda Jantung Kita Mulai Bekerja Tidak Wajar

Serangan Jantung
Ilustrasi Serangan Jantung. (merdeka.com)

dakwatuna.com – Sebuah studi terbaru yang akan diumumkan pada perhelatan American College of Cardiology’s 65th Annual Scientific Session pada bulan April mendatang menemukan, usia orang-orang yang mengalami jenis serangan jantung terparah menjadi lebih muda dan lebih gemuk dalam dua dekade terakhir.

Kelompok tersebut cenderung merokok, memiliki tekanan darah tinggi, dan diabetes, yang menurut peneliti semua faktor risiko tersebut sebenarnya dapat dicegah untuk menghindari serangan jantung.

“Secara keseluruhan, pekerja medis telah melakukan usaha luar biasa dalam meningkatkan kualitas pengobatan penyakit jantung, tapi studi ini menunjukkan bahwa kita sudah semestinya melakukan usaha yang lebih baik di sisi pencegahan,” kata penulis studi Dr Samir Kapadia, seorang ahli jantung intervensi di Cleveland Clinic, dikutip dari health.kompas.com

Terlepas dari jenis kelamin Anda, mengetahui apa yang harus diketahui mengenai gangguan jantung ini adalah kunci.

Sebagai permulaan, selalu perhatikan tekanan darah dan Kolesterol. Demikian kata Paul Whelton, MD, seorang profesor epidemiologi di Tulane University School of Public Health.

Dan yang tidak kalah penting adalah mengetahui tanda-tanda dimana jantung kita sudah mulai bekerja secara tidak wajar.

Berikut tanda-tanda yang harus menjadi perhatian kita, sebagaimana dilansir tribunews.com

 1. Nyeri dada atau nyeri otot

Tidak semua orang yang terkena serangan jantung terlihat seperti di film Hollywood (mencengkeram dada lalu jatuh ke lantai). Tekanan intens yang dirasakan, “Seperti ada gajah berdiri di dada Anda,” kata Whelton, berarti Anda harus segera meminta bantuan medis.

Apabila merasa otot di dada Anda tertarik, itu bisa jadi dasar yang menandakan Anda terkena penyakit kardiovaskular. Demikian kata Ashley Simmons, MD, seorang ahli jantung di Rumah Sakit Universitas Kansas. Jadi, pastikan untuk memberi tahu dokter Anda mengenai gejala ini.

Simmons mengatakan, nyeri yang diakibatkan masalah jantung tidak selalu menyakitkan. “Bisa saja terasa halus dan kadang menyebar ke bagian tubuh lain, seperti bahu, lengan, leher, atau rahang.”

“Nyeri dada yang muncul selama atau setelah olahraga atau ketika stres dan bertahan beberapa lama bisa menandakan adanya masalah dalam aliran darah,” kata Simmons.

2. Sesak napas

Jika sebuah aktivitas ringan sudah membuat Anda sesak napas, padahal sebelumnya Anda mudah untuk naik dan turun tangga tanpa terengah-engah, bisa jadi itu berarti ada masalah pada jantung Anda.

“Saya meminta pasien untuk membandingkan aktivitas mereka hari ini dengan aktivitas mereka satu atau dua tahun lalu. Jika mereka melihat perubahan besar dalam napas mereka atau aktivitas yang mereka lakukan, itu mungkin adalah tanda bahwa ada sesuatu yang telah terjadi,” kata Simmons.

Sesak napas yang datang pada saat Anda berbaring juga bermasalah (ini mungkin berarti adanya masalah pada katup jantung). Jadi, pastikan untuk menyampaikan masalah ini kepada dokter Anda agar menjadi perhatian.

3. Gejala seperti flu

“Mual, lelah, tubuh terasa dingin atau berkeringat, bisa menandakan peredaran darah dalam tubuh tidak cukup baik,” kata Hildreth. Semua orang bisa saja mendapat gejala-gejala tersebut beberapa kali.

Namun, jika mendapati gejala ini setelah melakukan aktivitas fisik, segera temui dokter.

Sakit perut parah juga bisa menjadi peringatan. Penelitian menunjukkan, beberapa perempuan mengalami gangguan pencernaan selama beberapa hari sebelum terkena serangan jantung.

Karena tidak mengasosiasikan sakit perut dengan gangguan jantung, mereka menunda untuk mendapatkan pengobatan. Jika ragu, segera cari bantuan medis.

4. Pusing

Merasa pusing bisa menjadi tanda dari adanya penyumbatan atau masalah terkait katup jantung, terutama jika disertai dengan perasaan bahwa jantung Anda berdebar (palpitasi). Demikian jelas Simmons.

Merasa pusing setiap kali Anda berdiri dengan cepat juga dapat menjadi tanda akan terjadinya gangguan jantung. Hal ini ditemukan dalam sebuah penelitian terbaru yang dilakukan University of North Carolina.

5. Kelelahan atau sulit tidur

Banyak perempuan yang terkena serangan jantung merasa lelah selama minggu menjelang serangan. Mereka juga melaporkan “gangguan tidur,” menurut sebuah studi dari University of Arkansas. (sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ridwan Rasyid Baswedan, Adik Kandung Anies Baswedan Meninggal Dunia

Figure
Organization