Topic
Home / Berita / Opini / “Pahlawan” Perpajakan Indonesia

“Pahlawan” Perpajakan Indonesia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (harianaceh.kilatstorage.com)
Ilustrasi. (harianaceh.kilatstorage.com)

dakwatuna.com – Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya dua orang pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak yang merupakan pegawai KPP Pratama dan KP2KP Sibolga, Sumut, pada saat menjalankan tugas negara yakni menagih utang pajak kepada Wajib Pajak (WP) pada hari Selasa kemarin (12/04/16). Mereka berdua adalah “Pahlawan Perpajhttps://www.dakwatuna.com/wp-admin/post-new.phpakan”, meskipun sayangnya berita pembunuhan terhadap dua orang pegawai pajak ini seperti tenggelam. Tertutupi oleh berita tentang Ahok, kasus Sumber Waras, Reklamasi Teluk Jakarta dan lain-lain. Tak banyak media yang mau meliput dan menayangkan berita tragis ini, kalaupun ada cuma sepintas lalu saja. Sungguh menyedihkan…

Jika dibandingkan dengan kasus Gayus Tambunan (bagi yang masih ingat), kasus ini masih kalah heboh dengan berita korupsi Gayus yang dulu sempat mengguncang dunia dan menjadi sorotan masyarakat Indonesia sampai berbulan bahkan bertahun lamanya. Berita Gayus ini selalu menjadi “headline” di beberapa media, baik cetak maupun elektronik. Namun untuk kasus pembunuhan dua orang pegawai (juru sita) pajak ini, tak seheboh kasus Gayus. Padahal kasus ini seharusnya jauh lebih heboh dari kasus Gayus tempo hari, mengingat ini adalah kasus kriminalitas yang menimpa dua orang pegawai pajak yang sedang menjalankan “tugas negara”. Akan tetapi pada kenyataannya, berita ini tak berarti apa-apa. Mungkin karena dianggap kasus ini sama seperti kasus-kasus pembunuhan (kriminalitas) lainnya, tak ada yang terlalu istimewa sehingga pemberitaannyapun terkesan biasa-biasa saja.

Sangat berbeda dengan kasus korupsi yang melibatkan pegawai pajak, misal seperti Gayus kemarin atau kasus-kasus perpajakan lainnya. Seketika semua mata tertuju dan langsung menghujat instansi pemerintah tersebut. Atau ketika ada isu gaji pegawai pajak mau dinaikkan beberapa waktu yang lalu, semua ramai-ramai mem-bully Ditjen Pajak. Begitulah…orang-orang memang cuma bisa menyoroti dari sisi negatifnya saja, namun tak pernah mau menyoroti dari sisi positifnya. Bahkan sangat jarang sekali ada yang berempati kepada pegawai pajak yang tak sedikit jumlahnya yang berjuang di ujung-ujung wilayah Indonesia, sebagaimana dua orang pegawai pajak yang terbunuh itu. Sungguh ironis dan miris sekali menyaksikan fenomena ini…

Selamat jalan, Putra-putra Terbaik Bangsa…kalian adalah “pahlawan”, meskipun nama kalian tidak banyak tercetak di media-media massa. Namun bagi pegawai pajak lainnya, kalian tetaplah pahlawan. Sebab kalian telah mengorbankan jiwa dan raga demi negara tercinta, Indonesia.

#praytoperpajakanIndonesia

(dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Ibu rumah tangga dengan 5 orang anak.Terus berkarya, baik dalam diam maupun bergerak, tak ada kata berhenti sampai Allah yang menghentikannya, tetap tegar walau badai menghadang.

Lihat Juga

Tegas! Di Hadapan Anggota DK PBB, Menlu RI Desak Blokade Gaza Segera Dihentikan

Figure
Organization