Home / Berita / Internasional / Eropa / Drama Pembajakan Pesawat Mesir Berakhir, Deplu Siprus: Motifnya Tentang Wanita

Drama Pembajakan Pesawat Mesir Berakhir, Deplu Siprus: Motifnya Tentang Wanita

Pembebasan penumpang pesawat Mesir. (tunisialeaks.net)
Pembebasan penumpang pesawat Mesir. (tunisialeaks.net)

dakwatuna.com – Kairo. Siara radio Siprus, Selasa (29/3/2016) hari ini, baru saja memberitakan bahwa pelaku pembajakan pesawat Mesir, Egyptair. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa drama penyanderaan ini telah berakhir.

Pesawat domestik Mesir, pagi tadi, dikabarkan telah dibajak dan dipaksa mendarat di Airport Larnaca, Siprus. Di antara penumpang, terdapat 8 orang berkewarganegaraan Inggris dan 10 orang Amerika.

Diberitakan, pelaku pembajakan yang disebutkan bernama Saifuddin Musthafa, keluar dari pesawat dengan mengangkat tangannya tanda menyerah kepada pasukan keamanan Siprus.

Sementara itu, pejabat departemen luar negeri Siprus menyatakan, kasus pembajakan ini tidak berkaitan dengan isu terorisme. Ketika dikonfirmasi tentang sebabnya, apakah terkait kasus wanita, pejabat tersebut mengatakan, “Selalu saja masalahnya terkait wanita.”

Hingga saat ini masih terjadi simpang siur terkait motif pembajakan. Media Siprus memberitakan bahwa pembajak menuntut dibebaskannya para tahanan wanita di Mesir. Namun sumber lain menyebutkan bahwa dirinya meminta dipertemukan dengan mantan istrinya di Siprus. Wanita tersebut akhirnya benar-benar didatangkan ke airport saat proses pembebasan sandera.

Pesawat domestik ini dibajak saat melukan penerbangan dari Alexandria ke Kairo. Di dalamnya terdapat 81 orang penumpang. Pelaku mengancam pilot bahwa dirinya mengenakan rompi berisikan bom. Karena ancaman itulah, akhirnya pesawat berhasil dipaksa terbang ke Larnaca, Siprus. (msa/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Advertisements

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Israel Berupaya Usir Rakyat Palestina ke Negara-negara Arab