Home / Berita / Internasional / Afrika / Dr. Mursi Kembali Hadir di Hadapan Pengadilan Kudeta

Dr. Mursi Kembali Hadir di Hadapan Pengadilan Kudeta

Presiden Muhammad Mursi (aa.com.tr)
Presiden Muhammad Mursi (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Mesir. Presiden Mesir yang terpilih secara demokratis dan kemudian digulingkan oleh militer, Dr. Muhammad Mursi, kembali hadir dalam persidangan setelah absen dua kali, sebagaimana diberitakan Anadolu Agency (17/3/2016).

Mursi hadir dalam sidang pengadilan sebagai terdakwa aksi mata-mata bersama Qatar pada Rabu kemarin (16/3/2016), setelah sebelumnya absen dua kali, satu kali atas dakwaan yang sama dan satunya lagi atas dakwaan menghina hakim.

Sumber pengadilan sebelumnya menginformasikan kepada media sebab ketidakhadiran Mursi karena cuaca yang sedang tidak bersahabat.

Persidangan Mursi atas dakwaan terlibat aksi mata-mata dengan Qatar akan dilanjutkan pada 20 Maret 2016 mendatang bersama dengan sepuluh terdakwa lainnya yang akan dilaksanakan di Akademi Kepolisian Mesir (sebelah timur Cairo).

Dalam sidang Rabu kemarin, pengacara salah satu terdakwa, Muhammad Al-Jundi, meminta pengadilan memasukkan terdakwa baru dalam kasus itu, yaitu mantan PM sekali gus Menlu Qatar, Hamad bin Jasim, guna membuktikan dakwaan adanya kesepakatan antara Dr. Mursi dan para terdakwa lainnya dengan Hamad untuk melakukan aksi mata-mata dengan imbalan tertentu, sebagaimana didakwakan oleh jaksa penuntut umum.

Pengacara mengungkapkan bahwa tidak pernah dalam secara peradilan kasus mata-mata yang membahayakan keamanan negara hanya dengan mendakwa satu pihak tanpa menghadirkan pihak lainnya (Qatar sebagai penerima manfaat).

Dalam peradilan yang didukung oleh rezim kudeta ini, Presiden Mursi dihadapkan dengan lima dakwaan, yaitu: pembobolan penjara Wadi Nitrun (sudah divonis hukuman mati), aksi mata-mata dengan asing (vonis pertama penjara 25 tahun), kerusuhan di Istana Presiden Al-Ittihadiah (vonis pertama penjara 20 tahun), penghinaan hakim dan pengadilan, dan terakhir aksi mata-mata bekerja sama dengan Qatar. (rem/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Agency

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi