Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Waspada Istidraj

Waspada Istidraj

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

padang-rumput-hijau-langit-biru-indahdakwatuna.com – Dunia semakin berkembang maju, penemuan-penemuan semakin banyak dihasilkan, sehingga memudahkan pekerjaan manusia itu sendiri, tetapi dengan banyaknya temuan-temuan itu tidak juga mengurangi pekerjaan manusia justru sebaliknya semakin banyak, anomali-anomali sikap dan prilaku yang muncul, yang hebat semakin hebat, yang kaya semakin kaya, sehingga kebutuhan rohani pun terbengkalai, hal ini telah menjadi seperti sebuah kebiasaan yang dipandang bukan hal aneh, rumah-rumah menjulang tinggi dan kokoh tak berpenghuni, tak ayal banyak masyarakat tepengaruh melihat kondisi itu, bahkan telah menjadi semacam rumor yang menjadi rahasia umum “ mereka tidak shalat, tidak sedekah dan lain sebagainya tetapi mereka semakin kaya, hidupnya semakin enak, sedangkan kita orang-orang yang rajin ibadah tapi semakin melarat, mau makan saja harus bekerja seharian itu pun tak cukup “

Mungkin inilah yang menjadi fenomena sosial di kalangan ummat muslim hingga sekarang, sehingga tak jarang masalah ekonomi dimanfaatkan oleh misionaris-misionari untuk melakukan kritenisasi, lalu apakah kita akan mengikuti jejak-jejak orang-orang yang jarang beribadah dan selalu disibukan dengan urusan dunia mereka yang tidak kunjung usai. tentu saja tidak bukan, bukankah Allah senantiasa mencintai hambanya dengan memberikan ujian. Lalu apakah kenikmatan yang mereka peroleh adalah bentuk kasih sayang Allah kepada mereka, hak tersebut perlu kita perhatikan dengan baik, jangan-jangan itu adalah istidraj yang diberikan Allah kepada kita.

Lalu apakah istidraj itu?

Istidraj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah. Mungkin mereka melakukan hal-hal ini, antara lain:

  1. Sengaja meninggalkan shalat.
  2. Sengaja meninggalkan puasa.
  3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.
  4. Berat untuk bershadaqah.
  5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
  6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
  7. Menganggap enteng perintah- perintah Allah.
  8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.
  9. Tidak mau menuntut ilmu syar’I.
  10. Lupa akan kematian.

Tetapi Allah tetap memberikannya kemudahan-kemudahan di dunia, misalnya:

  1. Harta yang berlimpah.
  2. Kesenangan terus menerus.
  3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.
  4. Tidak pernah diberikan sakit.
  5. Tidak pernah diberikan musibah
  6. Hidupnya aman-aman saja.
  7. Dikenal di mana saja

Maka kita sepatutnya berhati-hati jika kita merasakan beberapa poin tersebut, karena semuanya itu adalah ISTIDRAJ … Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk azabNya. Dan memberikan kenikmatan dunia semata

Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian.

Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita.

Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah utk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar.

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Wallahu a’lam bisshawab… (dakwatuna.com/hdn)

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Muhammad Ali Asetiah
Mahasiswa

Lihat Juga

Lenyapnya Keimanan

Figure
Organization