Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Akankah Sejarah Kaum Luth Terulang Kembali?

Akankah Sejarah Kaum Luth Terulang Kembali?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Laut mati. (scottdunn.com)
Ilustrasi – Laut mati. (scottdunn.com)

dakwatuna.com – Orang-orang yang beriman dan berakal sehat pastilah akan selalu mengambil pelajaran dari sejarah masa lampau. Baik sejarah kegemilangan maupun sejarah kelam yang pernah dialami umat-umat terdahulu. Karena pada dasarnya sejarah dapat dijadikan sebagai barometer bagi kita untuk menatap masa depan sekaligus sebagai pelajaran berharga untuk tidak melakukan kesalahan yang pernah dilakukan orang-orang terdahulu. Salah satu kejadian mengerikan yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia adalah dihancurkan serta dimusnahkannya kaum Nabi Luth As. Kaum yang dikenal dengan kaum Sodom itu memang memiliki perilaku yang amat hina, yaitu penyuka sesama jenis. Kejadian mengerikan itu digambarkan di dalam Alquran Surat Hud ayat 82:

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَـٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi”.

Bagi orang yang beriman dan berakal sehat, tentu akan meyakini bahwa kisah-kisah dalam Alquran merupakan sebuah fakta historis yang nyata dan tidak terbantahkan adanya. Azab mengerikan yang Allah timpakan kepada kaum Sodom tentu bukan tanpa sebab. Ironisnya, benih-benih kerusakan kaum Sodom itu kini mulai ditumbuhkan lagi lewat sebuah gerakan yang disebut LGBT. Sebuah gerakan massiv dan sistematis yang berupaya untuk meracuni masyarakat untuk melangkah mundur dengan melakukan apa yang dilakukan oleh kaum Luth. Gerakan yang tekesan memaksakan hawa nafsu mereka, padahal isu HAM adalah senjata utamanya.

Bahkan di tahun 2004 lewat sebuah buku berjudul “Indahnya Kawin Sesama Jenis”, dikatakan bahwa orang yang menolak perkawinan sesama jenis tidak layak hidup di dunia. Perkataan mereka sejatinya cukup mudah untuk dibantah. Secara rasional apabila orang yang menolak perkawinan sejenis dianggap tidak layak hidup di dunia, lalu mengapa justru Allah memusnahkan kaum Luth yang mereka itu adalah penyuka sesama jenis tanpa tersisa sedikitpun? Maka siapakah sebenarnya yang tidak layak berada di dunia?

Azab yang ditimpakan kepada kaum Luth merupakan kejadian luar biasa dalam sejarah umat manusia. Kota Sodom             yang dahulu menjadi surganya para penyuka sesama jenis, kini telah tiada untuk selama-lamanya bak ditelan bumi. Tidak ada seorangpun dari penduduknya yang luput dari azab mengerikan itu. Hal ini menegaskan bahwa Allah sama sekali tidak menghendaki penyakit dan pelaku LGBT menyebar luas di muka bumi. Hal itu tentu sangat bertentangan dengan akal sehat dan fitrah manusia. Tidak mengherankan jika Allah memusnahkan kota Sodom beserta penduduknya dalam waktu sekejap.

Perlu diketahui, dari hasil penelitian para arkeolog, disebutkan bahwa hancurnya kota Sodom disebabkan oleh guncangan gempa dahsyat yang disertai letusan gunung yang ada di dekat kota tersebut. Pada dasarnya kota itu memang berada di daerah rawan gempa dan berada dekat dengan gunung berapi aktif di kala itu.

Sudah merupakan rahasia umum bahwa secara geografis letak negeri ini mirip dengan kota Sodom di masa silam. Yaitu sama-sama berada di daerah dengan potensi gempa yang tinggi serta banyak terdapat gunung berapi aktif. Maka sadarlah wahai manusia sebelum Allah murka, hendaknya segera bartaubat kepada-Nya. Karena azab bagi para penyuka sejenis tidak hanya di dunia saja. Di akhirat pun mereka akan dituntut pertanggungjawaban dari apa yang mereka perbuat di dunia. Kita wajib mengambil ibrah dari azab yang ditimpakan kepada kaum Luth. Karena setiap saat bisa saja Allah mengguncang negeri ini dengan gempa dahsyat. Selain itu di saat bersamaan sangat mungkin terjadi letusan gunung berapi secara serentak yang dapat menghancurkan dan melenyapkan negeri ini beserta penduduknya dalam sekejap. Persis seperti yang terjadi pada kaum Sodom di masa lampau. Jangan sekali-kali meremehkan perbuatan munkar yang dapat mendatangkan azab dunia. Karena itu semua bagi Allah amatlah mudah. Wallau a’lam. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Dilahirkan di Seputih Banyak (Lampung Tengah) September 1992. Kini berdomisili di kota Yogyakarta. Saat ini berprofesi sebagai guru PAI di SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta. Pernah belajar di Mahad Ali bin Abi Thalib Yogyakarta. Menyelesaikan pendidikan S-1 pada Fakultas Agama Islam Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dan saat ini sedang melanjutkan studi pada program Pascasarjana Magister Pendidikan Islam Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Lihat Juga

Mengenal Sejarah Wakaf

Figure
Organization