Home / Berita / Internasional / Asia / Laporan PBB Tunjukkan Rezim Al-Asad dan ISIS Lakukan Kejahatan Perang di Suriah

Laporan PBB Tunjukkan Rezim Al-Asad dan ISIS Lakukan Kejahatan Perang di Suriah

Fakta yang diungkapkan Tim Independen PBB untuk Suriah (aa.com.tr)
Fakta yang diungkapkan Tim Independen PBB untuk Suriah (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Suriah. Tim Independen Pencari Fakta di Suriah yang dibentuk PBB merilis laporannya pada Senin kemarin (8/2/2016) menyatakan bahwa rezim Bashar Al-Asad, kelompok ISIS, dan Jabhah An-Nushrah telah melakukan kejahatan perang dan penyiksaan tawanan.

Tim PBB menyebutkan bahwa laporan disiapkan dengan melibatkan 621 orang warga Suriah yang memberikan kesaksian tentang penyiksaan dan pembunuhan tawanan selama periode 10 Maret 2011 sampai 30 November 2015.

Rezim berkuasa Al-Asad telah menyembunyikan kejahatan-kejahatannya berupa aksi pembunuhan, penyiksaan terencana, dan pemerkosaan di dalam penjara-penjaranya yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Disebutkan bahwa banyak tawanan yang tewas akibat pukulan dan penyiksaan fisik mematikan, di samping lainnya yang tewas akibat perlakuan-perlakuan tidak manusia di dalam tahanan.

Sejak tahun 2011, rezim Al-Asad melakukan aksi-aksi penangkapan secara membabi buta terhadap pihak-pihak yang dianggap oposisi dari yang berumur 15 tahun ke atas.

Sekitar 500 yang dipenjarakan akibat aksi-aksi penangkapan ini, sebanyak lebih dari 200 orang bersaksi adanya kekerasan dan penyiksaan di dalam penjara.

Selain rezim Al-Asad, kelompok-kelompok bersenjata dalam konflik di Suriah juga dituduh telah melakukan kejahatan perang, seperti kelompok teroris ISIS dan Jabhan An-Nushrah.

Selanjutnya, Tim Pencari Fakta PBB merekomendasikan adanya langkah-langkah hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan kejahatan kemanusiaan itu untuk diadili dan dimintai pertanggungjawabannya. (rem/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Agency

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Laporan PBB: Putra Mahkota Saudi Bertanggung Jawab Atas Kematian Jurnalis Jamal Khashoggi