Topic
Home / Berita / Silaturahim / Seminar Ekonomi Syariah: Optimis Ekonomi Syariah Berjaya Kembali

Seminar Ekonomi Syariah: Optimis Ekonomi Syariah Berjaya Kembali

Seminar Ekonomi Syariah di Aula Museum Bank Mandiri, Jakarta , Sabtu, (06/02/2016). (fathiarahma/SEBI)
Seminar Ekonomi Syariah di Aula Museum Bank Mandiri, Jakarta , Sabtu, (06/02/2016). (fathiarahma/SEBI)

dakwatuna.com – Jakarta.  Dalam rangka menjelang perayaan Gebyar Ekonomi Syariah 10, Forum Daerah Jakarta Islamic Economics Community (JIE-C) yang merupakan salah satu organisasi non struktural STEI SEBI, menyelengarakan seminar Ekonomi Syariah di Aula Museum Bank Mandiri, Jakarta , Sabtu, (06/02/2016).

Seminar yang bertemakan “Kemilau Masa Depan Cerah Bersama Ekonomi Syariah” dihadiri oleh 103 peserta yang mayoritas berasal dari SMA/sederajat. Seminar ekonomi syariah yang diselenggarakan oleh JIE-C tahun ini, dapat dikatakan lebih sukses bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini bisa dilihat dari antusias peserta yang hadir  lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Bahkan dihadiri oleh peserta dari luar jabodetabek, seperti Madura.

Materi yang dibawakan oleh Sepky Mardian, S.E.I, M.M, S.A.S dengan penuh wibawa dan bersahabat  mengenai prospek ekonomi islam terlihat menarik perhatian para peserta seminar. Sepky memberikan asumsi bahwa Ekonomi Syariah yang tengah berkembang saat ini merupakan sistem ekonomi yang membawa kemaslahatan bagi semua makhluk karena prinsipnya yang sesuai Al-Qur’an dan As-Sunah.

Terlebih ketika dibandingkan dengan dua sistem ekonomi lainnya yang bertolak belakang dengan ekonomi syariah yaitu ekonomi kapitalis(ekstrim kanan) dan ekonomi sosialis(ekstrim kiri). Ekonomi kapitalis yaitu ekonomi yang mementingkan pemegang modal saja sehingga menimbulkan ketidakseimbangan kekayaan. Sedangkan ekonomi sosialis yaitu ekonomi yang berasaskan sosialis bermasyarakat. Sepky juga menjelaskan akan kebutuhan Sumber Daya Manusia dibidang Ekonomi islam yang tengah berkembang.

“Kebutuhan Sumber Daya ekonomi islam saat ini sekitar 6000 orang sedangkan menurut data, mahasiswa yang memilik ijazah ekonomi syariah hanya sekitar 1500 orang. Maka peluang terserapnya lulusan ekonomi islam diterimanya di dunia kerja sangat besar”.Jelas Sepky Mardian yang membuat peserta semakin optimis untuk melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan ekonomi islam.

Diakhir pembahasan, Darihan Mubarok selaku moderator memberikan kesimpulan secara singkat dan menyeluruh “Ekonomi islam bukan pelarian dari ekonomi konvensional. Tapi justru seharusnya menjadi sistem ekonomi yang dikedepankan penggunaannya. Ekonomi islam dahulu pernah berjaya dan diperkirakan  akan berjaya  kembali pada masa sekarang” ujar mahasiswa penerima beasiswa Hafidz Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI.

Rachmatun, salah satu peserta dari Madura yang merupakan pengurus sebuah pesantren disana, mengakui bahwa ia merasa beruntung sekali dapat hadir di acara ini meskipun harus menempuh jarak yang tidak dekat.

“Saya tidak merasa dirugikan sama sekali dan beruntung dapat hadir disini. Karena saya memiliki sesuatu untuk dibawa pulang dari hasil seminar ini. Selain saya tahu mengenai ekonomi islam lebih dalam, saya juga lebih mengenal kampus STEI SEBI yang dikenal sebagai kampus ekonomi islam. Sebagai rencana saya akan menganjurkan para santri untuk mengikuti program pendidikan disana. Dan tentang  Ekonomi islam saya melihat bahwa akan sukses dan sangat berkembang nantinya. Terlebih karena ekonomi islam mencakup segala hal dalam kehidupan”. Jelas Rachmatun dengan penuh keyakinan. (Fathiarahma/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

FOKMA Selenggarakan Seminar Motivasi Bagi Perantau di Malaysia

Figure
Organization