Topic
Home / Berita / Daerah / Jadi Saksi Korupsi UPS, Ahok Sempat Membantah Namun Akhirnya Mengaku

Jadi Saksi Korupsi UPS, Ahok Sempat Membantah Namun Akhirnya Mengaku

korupsi ups
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat memberi kesaksian dalam kasus pengadaan UPS. (liputan6.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan 25 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, dengan terdakwa Alex Usman.

Pada sidang tersebut Ahok sempat membantah kalau dirinya yang menandatangani Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2014, tentang APBD-Perubahan. Penandatanganan itu dilakukan pada 7 November 2014.

Mantan Bupati Belitung Timur itu justru mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo yang menandatangani Perda tentang APBD-Perubahan, saat masih menjabat Gubernur DKI.

“Setahu saya bukan saya, tetapi pak Jokowi sebagai Gubernur,” kata Ahok di Ruang Sidang Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta, Kamis (4/2/16), dilansir merdekacom

Namun, kuasa hukum salah satu tersangka UPS, Alex Usman, Radith tidak percaya dan mengonfirmasi kembali terkait Perda tersebut. “Kami punya bukti berbeda, yang tandatangan Perda ini adalah saudara saksi,” tutur Radith.

Kemudian, Ahok pun langsung meralat kesaksiannya itu. “Saya koreksi, benar itu saya (yang tandatangan), maaf saya lupa,” terang Ahok.

Sebagaimana diberitakan viva.co.id beberapa waktu yang lalu, Mantan Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, Alex Usman, didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat Uninterruptible Power Supply (UPS) 25 SMA/SMK pada Suku Dinas Pendidikan Menengah di Jakarta Barat pada APBD Perubahan tahun 2014.

Dia didakwa melakukan korupsi tersebut bersama-sama dengan Harry Lo (Direktur Utama PT Offistarindo Adhiprima), Harjady (Direktur CV lstana Multimedia Center), Zulkarnaen Bisri (Direktur Utama PT Duta Cipta Artha), Andi Susanto, Hendro Setyawan, Fresly Nainggolan, Sari Pitaloka, serta Ratih Widya Astuti.

Tidak hanya itu, terdapat juga nama anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta yang juga selaku anggota Badan Anggaran, Fahmi Zulfikar Hasibuan, dan juga Ketua Komisi E DPRD DKl Jakarta, HM Firmansyah, yang didakwa bersama dengan Alex turut melakukan korupsi. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Tentang Makna Kata “Fitri” dalam “Idul Fitri”

Figure
Organization