Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Mujalasah Ash-Shalihin

Mujalasah Ash-Shalihin

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (nurlienda.wordpress.com)
Ilustrasi (nurlienda.wordpress.com)

Obat Hati

dakwatuna.com – Siapa orang yang tidak pernah sakit hati? Hampir setiap orang pernah mengalami yang namanya sakit hati, galau, cemas, was-was, dan perasaan tidak enak lainnya. Hati yang sakit berarti butuh yang namanya obat. Apa obatnya? Jika kita menilik lirik dari lagunya Opick yang berjudul Tombo Ati. Tombo ati atau obat hati ada lima macamnya, salah satunya adalah mujalasah ash-shalihin (berkumpul dengan orang-orang shalih). Allah pun juga telah menyebutkan dalam surat An-Nisa ayat 69 bahwa orang-orang shalih adalah sebaik-baik teman yang mampu dijadikan sebagai penawar hati.

“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang yang mati syahid, dan orang-orang yang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” Betapa mulianya orang-orang yang shalih disandingkan dengan para nabi, para pecinta kebenaran, dan para pejuang yang mati syahid di jalan-Nya.

Mengapa berkumpul dengan orang yang shalih termasuk obat hati? Berkumpul dengan orang shalih bukan sekadar kumpul biasa, duduk melingkar dengan orang shalih tidak sekedar duduk manis saja, berjumpa dan bercerangkama dengan orang shalih bukan obrolan yang biasa pula. Ketika kita berkumpul, duduk, berjumpa dan bercerangkama dengan orang shalih, kita akan merasakan sensasi dan ukhuwah yang berbeda. Konten dari pembicaraannya bukan bualan dan omong kosong belaka. Setiap tutur kata yang keluar dari mulutnya adalah hikmah nan bijaksana, yang senantiasa mengingatkan pada Allah Azza wa Jalla.

Mencari yang Shalih

Mencari teman yang shalih tidaklah sulit. Allah sudah memberikan kemudahan-kemudahan dalam memilih teman. Dalam Alquran banyak disebutkan ciri-ciri orang yang shalih, yang bisa kita jadikan sebagai sahabat, di antaranya adalah pada surat Al Kahf ayat 28,

“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.” Teman yang shalih adalah teman yang senantiasa bersabar di jalan kebenaran, yang senantiasa mengingat Allah dari mulai dari ia membuka mata hingga memejamkannya kembali.

Dalam surat Al Imran ayat 114 juga disebutkan bahwa, “Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, mereka (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh.” Coba amati apakah kita bergaul dengan teman atau orang yang beriman kepada Allah dan hari penghabisan? Apakah mereka mengajak yang ma’ruf dan mencegah yang munkar? Atau malah sebaliknya? Dan apakah mereka juga bersegera dalam melakukan kebaikan atau malah malas-malasan, ogah-ogahan, dan “entar-entaran”?

Di ayat lain Allah juga memberikan ciri dari orang shalih yang mampu dijadikan sebagai pagar pembatas dari dosa-dosa.

“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (Al Maidah:2)

Keuntungan Bersama Mereka

Fadlan Al-Ikhwani dalam bukunya Penawar Lelah Berbuah Jannah, dituliskan empat keuntungan berkumpul dengan orang shalih.

Pertama, akan memicu diri berperilaku shalih seperti mereka.

Kedua, saling mengambil manfaat yang baik.

Ketiga, saling mengingatkan jika tergelincir melakukan kesalahan.

Keempat, saling menyemangati untuk berfastabiqul khairat.

Bisa ditambahkan yang kelima adalah berkumpul dengan orang shalih mampu menjaga rasa malu. Malu ketika teman kita lancar murojaahnya, nambah hafalannya, rutin sedekahnya, rajin tahajudnya, kuat puasa sunnahnya, dan tak pernah ketinggalan sholat dhuhanya. Sedangkan diri ini masih saja berkutat dengan seribu satu alasan dan masih asyik dengan kegalauan yang tidak semestinya dibuat galau. Bayangkan jika kita tidak bersama dengan orang yang shalih, jika melewatkan amalan-amalan di atas itu adalah hal yang biasa, dianggap wajar, dan tidak akan memberikan efek apapun. Mengapa demikian? Karena lingkungan kita tidak ada yang melakukannya, tidak ada alarm untuk kita, dan hal ini bisa menjadikan rasa malu hilang seketika.

Berada dalam barisan, lingkaran, dan lingkungan orang yang shalih memberikan kenikmatan yang tidak hanya dirasakan di dunia tetapi berlanjut hingga ke surga. Itulah mengapa berkumpul dengan orang yang shalih mampu menjadi obat hati dan penawar lelah. Jangan hanya sibuk mencari tetapi juga menjadi. Tidak hanya mencari teman yang shalih tetapi juga berusaha untuk menyalihkan diri.

Selamat bergabung dengan orang-orang yang shalih, yang akan menguatkan ketika iman kita kendur, yang menentramkan jiwa, yang akan menemani langkah kita di bumi dan menjadi sahabat sejati di surga abadi. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Nadifa Salsabila Nizar
Mahasiswi aktif jurusan S1 Akuntansi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Seorang akuntan yang jatuh cinta pada tulisan.

Lihat Juga

Bisakah Saya Renovasi Rumah 200 Juta?

Figure
Organization