Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Tips Mengelola Keuangan untuk Pengantin Baru

Tips Mengelola Keuangan untuk Pengantin Baru

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (ummi-online.com)
Ilustrasi. (ummi-online.com)

dakwatuna.com – Hei Jomblo, Sepertinya Tahun 2016 ini adalah tahun yang tepat untuk mengakhiri masa lajang Anda jika usia Anda sudah pantas untuk menikah, Hasil survey sederhana Penulis kepada para Jomblo mengapa belum mengambil keputusan menikah disebabkan khawatir tidak bisa menghidupi rumah tangga mereka setelah menikah, barangkali inilah bedanya Jomblo era 70 dan 80 an, dimana nekad adalah modal utama, ada kerja tidak ada kerja yang penting nikah dulu, tetapi jomblo akhir zaman sepertinya aqidahnya menipis dimana takut miskin setelah menikah adalah kekufuran akan firman Allah swt yang menyatakan akan mencukupkan kehidupannya.

Penulis tidak akan membahas soal jomblo lalu menikah, tetapi akan membahas dan berupaya membantu para Pasangan Muda dan Pengantin baru agar bisa mengatur kehidupannya setelah menikah. Sebagai Pasangan muda, Anda berdua barangkali akan mulai berpikir tentang orang lain yang menjadi kekasih Anda saat ini, jika sebelumnya bekerja dan belanja untuk diri sendiri tetapi kini berpikirnya melebar kesamping bahwa ada orang yang harus dipikirkan, ini tidak terbatas pada para pria termasuk didalamnya para wanita harus berpikir bahwa disampingnya kini harus ada kekasih yang harus diperhatikan. Meskipun Anda sudah bekerja dan mapan tetap saja Anda kini berdua, bahkan tahun depan sudah memiliki momongan insyaa Allah. Maka Anda perlu mengelola penghasilan Anda mulai dari sejak sekarang.

Berikut ini Tips yang bisa Anda lakukan:

Merencanakan Anggaran Rumah Tangga

Sebagai Counselor, Saya suka ketemu dengan klien yang mengeluhkan rumah tangganya yang selalu bertengkar soal Uang, Sang Istri mengeluhkan suaminya pelit disisi lain Sang Suami mengeluhkan istrinya tidak pandai mengelola keuangan rumah tangga. Penulis pernah memberikan saran kepada banyak pasangan jangan “Mengaudit” apa yang telah diberikan suami kepada Istri, Misalnya Anda memberikan sejumlah uang untuk belanja sebulan lalu ketika uang itu habis sebelum waktunya kemudian Anda bertanya “Ma… Kemana aja sich uang yang Papa berikan?” Pertanyaan ini sangat sensitif bagi banyak wanita, karena dikiranya Anda tidak percaya padanya, Jikapun Anda memiliki istri yang kadar berpikirnya lebih tinggi daripada perasaanya akan tetap mentok, misalnya, Setelah Anda memberikan uang lalu Istri menghabiskannya kemudian Anda mengajak istri Anda menghitung kemana saja uang itu dibelanjakan, Penulis meyakini bahwa ada beberapa rupiah setelah rincian itu dibuat Istri Anda tidak bisa menemukan jawaban kemana Uang itu dibelanjakan, Jika sistem ini yang Anda lakukan Penulis pastikan Anda tidak akan pernah bahagia dalam rumah tangga karena selalu bertengkar karena uang.

Penulis banyak memberikan saran kepada Klien untuk menghitung anggaran rumah tangga setiap ada kenaikan pendapatan, misalnya Awal tahun, cobalah Anda tanyakan kepada pasangan Anda yang baru saja Anda nikahi “Ma…Kira-Kira dalam sebulan Mama butuh berapa untuk keperluan rumah tangga? Yuk Kita Hitung…” Setelah dihitung bersama dan Istri Anda menyebut sebuah Angka misalnya “Pa…Mama butuhnya 2.000.000 Rupiah”, Anda pastikan berulang-ulang sudah benar 2 juta, coba hitung lagi, jika sudah mentok istri Anda menghitung dan tetap diangka 2 Juta maka Anda bisa memberikan “bonus” 500 Ribu maka yang Anda berikan setiap bulan kepada Istri Anda 2,5 Juta . Walaupun Gaji Anda 4 Juta, dan masih tersisa 1,5 Juta sebaiknya Anda simpan dengan baik untuk anggaran cadangan, karena apabila Anda berikan seluruhnya, Prinsip Istri Anda adalah saat itu diberikan semuanya untuk dihabiskan. Kesimpulan ini Penulis buat berdasarkan hasil counseling yang sudah lebih dari ratusan pasangan yang memiliki masalah yang sama.

Jadi, Tahap awal ketika akan menjalani kehidupan baru Anda sebagai suami istri adalah membuat rencana anggaran rumah tangga.

Mengerti Kebutuhan dan Biaya Hidup

Sebagai pasangan muda dan baru menikah, Anda memiliki keleluasan untuk melakukan survey pasar, harga beras berapa, harga gula berapa dan sebagainya yang menjadi kebutuhan hidup Anda, karena setiap kebutuhan akan menimbulkan biaya. Misalnya Anda masih tinggal dengan orang tua untuk 2 tahun maka Anda bisa menghitung uruan biaya listrik berapa, biaya air PDAM berapa , biaya makan sehari-hari, beli air minum, pulsa, Internet, dan sebagainya. Coba lakukan survey pasar untuk membuat daftar kebutuhan hidup dan biayanya.

Mulailah Berinvestasi

Baru menikah atau Pengantin baru bukan sebuah alasan untuk tidak berinvestasi, misalnya membuat tabungan berjangka, atau jika ada kelebihan uang tabungan masa muda sebelum menikah lalu di depositokan, sebab membuka tabungan saja tidak cukup. Investasi sangat penting untuk hari tua Anda atau ketika sudah berkeluarga. Sebagai permulaan, mulailah investasi yang berisiko kecil,  Seiring waktu dan ilmu yang semakin dalam, Anda bisa mulai berinvestasi yang agak berisiko, tentu dengan keuntungan yang besar juga.

Menyediakan Biaya Serba Guna

Jika Anda sudah rajin menabung ketika masih jomblo dari usia 15 tahun hingga 25 tahun, Anda akan terkejut dengan jumlah tabungan Anda dalam beberapa tahun ke depan. Akan tetapi, tidak banyak yang melakukan hal itu. Maka akan kaget ketika baru menapaki kehidupan baru berumah tangga Apalagi harus mengeluarkan uang yang banyak dalam waktu tiba-tiba, misalnya harus berobat ke rumah sakit dan sebagainya. Jadi, Siapkan tabungan yang kegunaannya untuk Biaya serba guna dengan catatan hanya digunakan diwaktu mendesak dan darurat

Lunasi Semua Utang

Lawan dari menabung adalah meminjam, tidak mungkin orang yang memiliki kebiasaan menabung lalu dia berhutang atau meminjam, Jika Anda sudah mulai menabung dan berinvestasi tahap berikutnya adalah lunasi semua hutang Anda. Agar Anda bisa mengatur kehidupan baru Anda dengan impian jangka Panjang, karena Hutang akan membuat Anda tidak bisa memujudkan mimpi-mimpi Anda.

Ikut Asuransi

Jika Anda bekerja di Perusahaan barangkali Anda sudah ditanggung perusahaan dengan Asuransi demikian juga kalau Anda PNS, tetapi Apabila Anda wirausahawan muda dan baru menikah juga sebaiknya Anda  menyisihkan uang Anda untuk Asuransi kesehatan,  setidaknya Anda harus membuat BPJS Kesehatan. Biayanya pun sangat murah, dan perlindungan yang diberikan pun cukup memadai.

Baiklah, itu saja Tips bagaimana memulai hidup baru dari sisi keuangan rumah tangga, selamat menempuh hidup baru bagi yang baru pengantin baru, jangan lupa untuk berbulan madu dan selamat merayakan Cinta. Barakallahufikum. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
HR Manager PT Hitachi Power Systems Indonesia, Tinggal Di DKI Jakarta kelahiran Kota Ketapang, Kalimantan Barat. A Speaker, Motivation Trainer, Thinker and a Writer on culture, humanity, education, politics, peace, Islam, Palestinian, Israel, America, Interfaith, transnational, interstate, Management, Motivation and Cohesion at workplace. Committed to building a Cohesive Indonesia, Cohesive Industrial relation, Cohesion at workplace and offer Islamic solutions to the problems that inside. Lulus dari Fakultas Dakwah STAI Al-Haudl Ketapang, Kalbar, Melanjutkan S-2 Manajemen di Universitas Winaya Mukti Bandung, Jawa Barat.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization