Home / Berita / Daerah / Guru di Semarang Resah, Aplikasi I-Doser Bikin Siswa Sakaw

Guru di Semarang Resah, Aplikasi I-Doser Bikin Siswa Sakaw

Ilustrasi (viva.co.id)
Ilustrasi (viva.co.id)

dakwatuna.com – Semarang.  Aplikasi I-Doser yang sempat dijuluki sebagai “narkoba digital” kembali ramai diperbincangkan di media sosial maupun melalui WhatsApp dan Blackberry Messenger (BBM).

Hal ini membuat Savitri Nur Asmiyati, seorang guru SMA di Kota Semarang, merasa khawatir jika anak dan siswanya kemudian ikut membuka aplikasi tersebut.

Savitri yang mempunyai anak duduk di bangku kelas SMA, khawatir aplikasi tersebut benar-benar memberikan efek seperti narkotika. Berdasarkan kabar yang diterimanya, I-Doser bisa memberikan efek seperti narkotika sungguhan.

“Saya pernah dengar katanya memang memberikan efek seperti itu. Makanya saya jadi khawatir jika anak dan siswa mencobanya,” katanya, dilansir tribunnew.com, Selasa (26/1/16).

Savitri pun mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir aplikasi yang berpotensi membahayakan masa depan generasi muda Indonesia, termasuk aplikasi I-Doser. Menurutnya, I-Doser bisa memicu orang untuk menikmati obat terlarang.

“Dengan menikmati I-Doser ternyata mereka tidak menikmati seperti yang digemborkan, maka siswa atau siapapun pendengarnya akan terpancing mencoba barang yang asli. Ini mengkhawatirkan dan harusnya pemerintah tidak mengizinkan aplikasi semacam itu beredar,” tandasnya.

Dalam informasi yang berkembang di BBM disebutkan bahwa dr Reisa Brotoasmoro, salah satu host dr Oz Indonesia menceritakan pengalamannya mencoba I-Doser, yang menurutnya memiliki efek seperti orang sakaw. Dia pun mengingatkan para orangtua untuk mewaspadai penggunaan smartphone anaknya karena aplikasi ini bisa diunduh dengan mudah.

“Saya tidur nyaman sekali, terasa deep sleep. Bangun2 bisa langsung seger banget (biasanya mesti males2an dulu). Kulit terasa kencang, raga bersemangat…! Saya pikir enak juga nih, brainwave ini bisa bikin deep sleep. Tapiiiii ternyata, ampun makin siang saya mulai terasa kleyengan. Badan mulai terasa gak enak, perut mual karena asam lambung saya naik, mata merah sudah persis seperti orang sakaw,” kata pesan yang tersebar dalam BBM tersebut.

Sementara itu dikutip dari viva.co.id, i-Doser merupakan sebuah aplikasi suara yang masuk ke kuping dan mengecoh kinerja otak. Ini disebut sebagai narkoba digital karena kerap membuat pendengarnya kecanduan dan hilang akal, layaknya mabuk. Namun, bentuknya sama sekali tidak seperti obat atau serbuk, melainkan hanya gelombang suara dalam format MP3.

Dalam penjelasan di aplikasi tersebut, i-Doser ternyata mengandung irama binaural atau binaural beats. Irama itu terjadi ketika dua suara di frekuensi yang dekat didengar oleh kedua sisi telinga. Binaural beats biasanya digunakan untuk terapi gelombang otak. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization