Home / Berita / Opini / Beberapa Kemungkinan Kejadian Pasca Aksi Teror di Jakarta

Beberapa Kemungkinan Kejadian Pasca Aksi Teror di Jakarta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Situasi jalan pos polisi Jalan Thamrin Jakarta Pusat, seketika pasca kejadian teror di kawasan tersebut, Kamis (14/1/2016). (twitter.com/bintangcomID)
Situasi jalan pos polisi Jalan Thamrin Jakarta Pusat, seketika pasca kejadian teror di kawasan tersebut, Kamis (14/1/2016). (twitter.com/bintangcomID)

dakwatuna.com – Baru saja kita meninggalkan tahun 2015 yang penuh dengan drama politik, saat ini 2016 Dunia khususnya di Indonesia mengawali tahunnya dengan penuh aksi teror. Baru saja beberapa hari kemarin kita dihebohkan oleh berita teror di Istanbul Turki, saat ini 14 Januari 2016 di Indonesia tepatnya di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat juga terjadi aksi teror yang memakan korban nyawa. Sebelum hal itu terjadi berita juga sempat mengabarkan hilangnya beberapa orang yang dikaitkan dengan penculikan oleh kelompok radikal, yang belakangan ini baru saja diketahui dalangnya yakni kelompok sesat Gafatar.

Dari runtutan aksi teror yang terjadi mungkin saja saling berkaitan, mungkin juga tidak ada kaitannya sama sekali. Di balik sebuah kejadian pasti ada sebuah akibat yang terjadi, begitupun dengan aksi teror yang terjadi di Jakarta akan melahirkan beberapa akibat yang mungkin saja terjadi. Apa saja kemungkinan yang akan terjadi pasca insiden tersebut?

1. Psychological Damage (Dampak Psikologis)

Hal ini yang sangat mungkin terjadi pasca aksi-aksi teror, bukan hanya aksi teror di Jakarta namun juga setiap aksi teror di seluruh dunia akan melahirkan dampak seperti ini. Kejadian ini adalah kejadian yang normal terjadi pada diri seorang manusia, akan terlihat aneh jika kita melihat aksi teror tapi diri kita menganggap itu adalah hal yang biasa sehingga tidak menimbulkan rasa takut dalam diri kita. Untuk mengatasi hal ini buatlah diri kita merasa aman bersama keluarga, sejenak menenangkan pikiran, dan lebih berhati-hati jika wilayah tinggal kita berada di dekat lokasi kejadian.

2. Visitor Damage (Dampak pengunjung atau turis)

Dalam sebuah aksi teror, dampak psikologis tidak hanya di rasakan oleh warga lokal, namun juga akan di rasakan oleh seluruh orang di dunia yang membaca berita aksi teror tersebut. Walaupun kejadian ini terjadi hanya di Jakarta, tapi pandangan masyarakat luar akan tertuju pada satu Indonesia. Di samping itu kejadian teror kali ini memakan korban warga Negara asing, maka mereka akan tambah merasa ketakutan untuk mengunjungi Indonesia. Untuk mengatasi hal ini maka masyarakat Indonesia harus kompak menciptakan arus opini dengan cara; STOP menyebarkan berita aksi teror, tunjukanlah bahwa dengan aksis teror yang telah terjadi ini Indonesia akan semakin kuat, berikan penjelasan kepada teman native  (bule) kita bahwa Indonesia memiliki tempat yang cukup luas sehingga masih banyak tempat yang dapat di kunjungi dengan aman.

3. Decrease IDR (Penurunan Rupiah)

Diketahui melalui berita yang di siarkan CNN Indonesia, pasca terjadi aksi teror di Jakarta Rupiah melemah 0,63% menjadi 13.922 per dolar AS. Sebetulnya tanpa aksi teror yang terjadi nilai Rupiah sering kali turun, namun aksi teror kali ini ternyata memberikan dampak signifikan terhadap penurunan rupiah menurut para ahli ekonomi. Para investor asing merasa panik atas insiden teror yang terjadi sehingga banyak melakukan penjualan. Untuk mengatasi hal ini masyarakat harus mendukung pemerintah agar secepatnya mengungkap kasus ini dan melakukan penangkapan terhadap para pelaku, sehingga dapat mengembalikan kepercayaan para investor asing untuk kembali berinvestasi di Indonesia.

4. Pengalihan Isu

Dari sekian banyak kasus yang terjadi di Indonesia, kini semua mata mulai tertuju dan fokus pada satu kasus yakni aksi teror di Jakarta. Masyarakat seolah-olah lupa dengan kasus korupsi, isu pelepasan saham Freeport yang bertepatan dengan hari Kamis 14 Januari 2016, isu-isu hukum yang menindas rakyat lemah, dan isu-isu lainnya. Untuk mengatasi hal ini maka masyarakat perlu kembali mengangkat isu-isu yang tertutupi oleh aksi teror ini, sehingga dapat mengingatkan pemerintah untuk tidak mengesampingkan kasus-kasus lain di luar aksis teror ini.

5. Aksi Teror susulan

Hal ini sangat mungkin terjadi, mengingat aksi teror ini sangat unpredectible (tidak dapat di prediksi). Lokasi aksi teror susulan juga tidak dapat di prediksi, sehingga untuk mengatasi hal ini kita sebagai masyarakat harus lebih berhati-hati dalam melakukan pekerjaan di luar rumah kita. Beritanya aksi teror kali ini sebelum terjadi telah diketahui oleh BIN (Badan Intelijen Negara), namun BIN tidak mengetahui tempat mana yang akan menjadi sasarannya. Oleh karena itu masyarakat juga harus mendukung BIN agar bekerja lebih baik dalam mengungkap aksi teror, dan menangkap para teroris.

Itulah beberapa kemungkinan yang akan terjadi pasca aksi teror bom di Jakarta. Mungkin masih banyak hal lain yang akan terjadi. Ke depannya yang mesti kita lakukan sebagai masyarakat Indonesia adalah membentengi diri kita, keluarga kita, teman dan saudara-saudara kita dari aksi-aksi rekrutmen terorisme dengan cara melakukan rutinitas spiritual dengan benar sesuai tuntunan agama masing-masing. Penulis meyakini bahwa Agama apapun di dunia ini tidak ada yang mengajarkan terorisme. Sehingga dengan hal ini kita dapat mencegah lahirnya teroris baru yang dapat kembali melahirkan aksi-aksi teror di Indonesia. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Zamzam Aqbil Raziqin
Advokat pada LBH Persis

Lihat Juga

Halal Bihalal Salimah bersama Majelis Taklim dan Aa Gym