Home / Berita / Nasional / MUI: Selama Ini Ada Pembusukan Bahwa PKS Itu Anti Maulid

MUI: Selama Ini Ada Pembusukan Bahwa PKS Itu Anti Maulid

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain saat memberikan sambutan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas Dakwah PKS, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (7/1/2016). (IST)
Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain saat memberikan sambutan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas Dakwah PKS, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (7/1/2016). (IST)

dakwatuna.com – Jakarta. Sejumlah tokoh umat Islam memghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas Dakwah Pusat PKS. Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain mengapresiasi PKS menggelar Maulid.

“Hari ini saya bahagia dengan PKS yang mengadakan maulid. Selama ini ada pembusukan terhadap PKS bahwa PKS itu anti maulid,” ujar Tengku dalam sambutan Maulid di Markas Dakwah, DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, dalam rilis yang diterima dakwatuna.com, Kamis (7/1/2016).

Tengku mengatakan penyakit besar umat Islam saat ini adalah mudah terpecah belah. Umat Islam menurutnya, semakin hari semakin terpinggirkan.

Selain itu, Tengku juga berharap PKS sebagai partai Islam untuk terus memperjuangkan kepentingan umat Islam. Problematika umat saat ini makin berat.

Dia mencontohkan, sulitnya memperjuangkan perundangan-undangan yang berpihak kepada moralitas bangsa.

“UU pronografi, misalnya, butuh 11 tahun untuk direalisasaikan. Lalu tentang sulitnya mengesahkan rancangan undang-undang perbankan syariah,” katanya.

Ia menjelaskan tentang bukan keberpihakan terhadap agama tertentu, namun tentang keadilan di negeri. Anak yang beragama Kristen yang tinggal di Aceh berhak mendapatkan pendidikan agama dari gurunya yang Kristen. Anak yang beragama Hindu yang di Riau berhak mendapat pelajaran agama Hindu dari guru yang beragam Hindu.

“Kita tentu berharap pada politisi PKS yang ada di DPR semoga bisa memperjuangkan Islam di sana,” imbuhnya.

Jajaran pimpinan pusat PKS yang mengikuti maulid Nabi Muhammad SAW antara lain Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Al Jufrie, Wakil Ketua MS Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua MPP Suharna Surapranata, Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat, dan Ketua FPKS Jazuli Juwaini.

Turut hadir juga sejumlah tokoh umat Islam, antara lain KH Ahmad Sadeli Karim (Mathlaul Anwar), KH Abdul Rasyid Abdulloh Syafi’i (As-Syafi’iyyah), Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf (Pimpinan Ma’had Atstsaqofiyah), KH M Nazar Haris (PB PUI), KH Achmad Satori Ismail (IKADI), KH Ahmad Shabri Lubis (FPI), KH Tengku Zulkarnain (MUI), Ustadz Adnin Armas (MIUMI), Adung Abdul Rahman (GP ANSHOR), dan KH Bahtiar (Al Irsyad Al Islamiyah).

Hadir juga perwakilan dari ormas Islam seperti DDII, ICMI, PARMUSI, Jam’iyyah Al Washliyah, dan Al Ittihadiyah. (abr/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Seorang suami dan ayah
  • Mas Mugik

    Pantas tidak anti Maulid lha kadernya aja tidak anti korupsi. Banyak kader PKS yg korup.

    • Randi W

      Hahaha…
      Ndk salah tuh.
      Selain LHI, tdk ada yg terbukti korup.
      Kasus LHI pun msh jd pertanyaan krn kerugian negara yg Rp.0 tp dihukum maksimal. BEda dg BANYAK kader partai lain yg kerugian negara miliaran bahkan triliunan, tp hanya dihukum sebentar.

      Nah yg JUARA KORUP itu partai penguasa.
      Coba baca berita dg baik ya mas…..

Lihat Juga

Inilah Pejabat Kemenhub yang Kena OTT KPK

Organization