Topic
Home / Berita / Nasional / Hidayat Bicara Tentang Ketua DPR, KMP Hingga Pertemuan Elit PKS dengan Presiden

Hidayat Bicara Tentang Ketua DPR, KMP Hingga Pertemuan Elit PKS dengan Presiden

Wakil Ketua Majlis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid. (viva.co.id)
Wakil Ketua Majlis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid. (viva.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyampaikan beberapa sikap PKS terkait perkembangan politik saat ini.

Hidayat menegaskan dukungan PKS kepada Ade Komarudin (Akom) sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggantikan Setya Novanto. Langkah ini ditegaskan sebagai komitmen PKS setia kepada KMP.

“Kita dukung Pak Akom segera dilantik. Ini bentuk komitmen PKS kepada KMP. Kita tidak ke mana-mana tetap di KMP,” kata Hidayat, Rabu (6/1/16) di Jakarta, dikutip dari detikcom.

Hidayat menyebutkan, preseden penggantian pimpinan DPR tanpa mekanisme kocok ulang pernah dilakukan ketika PKS menempatkan Sohibul Iman sebagai Wakil Ketua DPR. Ketika itu Sohibul  menggantikan posisi Anis Matta, yang saat itu mundur karena menduduki posisi Presiden PKS.

PKS berharap Akom dapat segera dilantik agar dapat segera bekerja menyelesaikan program-progaram DPR, terutama masalah legislasi yang terus mendapat sorotan negatif dari publik.

Mengenai spekulasi penggantian Fahri Hamzah, Hidayat menyatakan dirinya tidak dalam kapasitas untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun Hidayat menyebutkan, ada tidaknya penggantian bukan karena tekanan dari luar, tetapi murni keputusan organisasi.

Hal ini sekaligus membantah adanya isu yang berkembang pasca pertemuan Presiden PKS Sohibul Iman dan jajaran dengan Presiden Jokowi akhir Desember lalu.

Hidayat menandaskan tidak ada deal politik untuk meminta posisi tertentu, mengganti atau menempatkan orang, apalagi pendanaan partai.

“Pertemuan itu adalah murni silaturrahim PKS sebagai bagian dari elemen bangsa kepada Kepala Negara. Sekaligus memperkenalkan pengurus baru PKS. Tidak ada deal politik apa pun,” tandas Hidayat, yang juga Wakil Ketua MPR ini.

Terkait pertemuan dengan Presiden, apa yang disampaikan Hidayat senada dengan apa yang disampaikan Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman sesaat setelah pertemuan tersebut.

Presiden PKS mengakui pertemuan itu membahas tentang perpolitikan. Namun dia membantah membahas tentang kursi menteri.

Sohibul mengatakan, pertemuan tadi berlangsung sangat cair. “Kalau masalah negara ya ada politiknya dong ya, tapi kalau yang anda maksud bicara kabinet, tidak ada sama sekali,” ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/12/2015), sebagaimana dilansir sindonews.com.

‎Sohibul juga membantah kedatangan PKS untuk menawarkan diri menjadi partai pendukung pemerintah. “Apalagi menawarkan diri,” ucapnya.

‎Dia menegaskan, PKS tetap berada dalam Koalisi Merah Putih (KMP). “Kita di luar pemerintah, kita oposisi loyal,” ucapnya. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization