Topic
Home / Narasi Islam / Sosial / Bahasa Komunikasi Guru

Bahasa Komunikasi Guru

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (sman2purworejo.sch.id)
Ilustrasi. (sman2purworejo.sch.id)

dakwatuna.com – Komunikasi adalah unsur terpenting dalam segala aktivitas manusia, seperti pentingnya sirkulasi darah dalam tubuh manusia. Seseorang yang terganggu sirkulasi darahnya maka akan terganggu pula aktivitas organ tubuh lainnya. Bahkan akan menimbulkan efek yang membahayakan bagi si pemilik tubuh yang bersangkutan, yaitu kematian. Maka sirkulasi darah itu sama halnya dengan komunikasi yang akan mengalirkan pesan atau keinginan seseorang pada orang lain. Orang yang tidak bisa atau tidak pandai berkomunikasi akan mengalami banyak kesulitan dalam hidup, bahkan dia dianggap sudah mati (aktivitasnya) sebelum nyawanya dicabut oleh Sang Pemilik Nyawa .

Dengan komunikasi, seseorang akan dapat mengutarakan isi hatinya (cinta, sayang, senang dan bahkan benci). Komunikasi juga dapat mengungkapkan buah pikiran seseorang berupa gagasan, ide, pendapat dan pandangan yang berbeda. Dengan komunikasi, seseorang bisa memerintah atau melarang orang lain. Dapat menyenangkan perasaaan orang lain atau menyakiti hatinya. Komunikasi bisa membuat suasana indah dan memesona, sebaliknya juga bisa membikin keadaan menjadi kacau balau. Ada perselihan antara dua orang disebabkan oleh miss komunikasi (komunikasi yang terputus) yang menimbulkan efek yang besar. Di sisi lain, ada juga perselisihan hebat dapat diselesaikan dengan hebatnya komunikasi yang dijalin oleh orang yang menyelesaikan perselisihan tersebut. Seperti yang pernah dilakukan oleh seorang pemimpin Amerika yang bernama Theodore Roosevelt yang berhasil mendamaikan peperangan yang diwariskan pada anak cucunya dalam suku Indian Merah. Jadi, peran komunikasi sangat penting dalam hidup manusia dan merupakan kebutuhan mutlak.

Berkomunikasi dapat dilakukan dengan bahasa verbal. Yakni, ungkapan kata dari seseorang melalui lisan dan suaranya yang dapat didengar secara jelas. Berkomunikasi bisa dilakukan dengan bahasa tubuh, yaitu memanfaatkan bagian organ tubuh dalam menyampaikan isi hati dan pemikiran pada orang lain. Berkomunikasi juga dapat dilakukan dengan bahasa hati yang kekuatannya amat dahsyat dalam meraih sesuatu yang diinginkan. Sebab, bahasa hati dapat mengikutsertakan “kekuatan besar yang ada di atas” dalam setiap komunikasi yang dilakukannya. Beragam komunikasi ini dapat dilakukan secara terpisah atau bisa juga secara bersamaan. Misalnya, ketika seseorang berbicara (bahasa verbal) didukung dengan tatapan mata atau gerakan badan (bahasa tubuh) dan kemudian dikuatkan dengan kekuatan doa (bahasa hati) yang hasil komunikasinya akan maksimal dan penuh makna.

Dalam mendidik dan mengajar, seorang guru harus memerhatikan efektifitas komunikasinya dengan anak didik. Tidak jarang terjadi pesan kebaikan dan pelajaran tidak sampai pada peserta didik karena tidak tepatnya bahasa komunikasi yang digunakan guru. Dalam aktivitasnya, guru lebih sering mengunakan bahasa lisan atau bahasa verbal yang bisa saja akan membosankan peserta didik karena melebihi kadar yang dibutuhkannya. Padahal bahasa tubuh dan bahasa hati akan menguatkan bahasa lisan guru dalam menyampaikan pesan kebaikan dan pelajaran pada peserta didik. Inilah yang kurang disadari oleh sebagian guru sehingga bahasa lisan lebih dominan dari bahasa tubuh dan bahasa hati dalam melaksanakan amanah besar ini. Oleh karena itu, di samping guru dapat menggunakan bahasa verbal dengan baik dan benar, guru juga hendaknya mampu mengunakan bahasa tubuh dan bahasa hati dalam melaksanakan tugas kependidikan. Dengan demikian, guru akan mudah melakukan komunikasi dengan peserta didik dalam mengantarkannya pada kesuksesan yang membahagiakan.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Lahir di Batusangkar tanggal 28 September 1967. SD sampai SMA di Batusangkar dan menamatkan S1 pada Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Batusangkar. Tamat April 1993 dan kemudian mengajar di MTSN Batusangkar sebagai tenaga honorer. Tahun 1992-2005 aktif mengelola kegiatan Pendidikan dan Dakwah Islam di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dakwah Islam Wihdatul Ummah. Tahun 1995 bersama aktivis dakwah lainnya, mendirikan TK Qurrata Ayun , tahun 2005 mendirikan SDIT dan PAUD. Semenjak tahun 1998 diangkat sebagai guru PNS dan mengajar di SMAN 2 Batusangkar sampai sekarang. Tahun 2012 mendirikan LSM Anak Nagari Cendekia yang bergerak di bidang dakwah sekolah dan pelajar diamanahkan sebagai ketua LSM. Di samping itu sebagai distributor buku Islami dengan nama usaha Baitul Ilmi. Sejak pertengahan Desember 2012 penulis berkecimpung dalam dunia penulisan dan dua buku sudah diterbitkan oleh Hakim Publishing Bandung dengan judul: "Daya Pikat Guru: Menjadi Guru yang Dicinta Sepanjang Masa dan Belajar itu Asyik lho! Agar Belajar Selezat Coklat. Kini tengah menyelesaikan buku ketiga Guru Sang Idola: Guru Idola dari Masa ke Masa. Di samping itu penulis juga menulis artikel yang telah dimuat oleh Koran lokal seperti Padang Ekspress, Koran Singgalang dan Haluan. Nama istri: Riswati guru SDIT Qurrata Ayun Batusangkar. Anak 1 putra dan 2 putri, yang pertama Muthiah Qurrata Aini (kelas 2 SMPIT Insan Cendekia Payakumbuh), kedua Ridwan Zuhdi Ramadhan (kelas V SDIT ) dan Aisyah Luthfiah Izzati (kelas IV SDIT). Alamat rumah Luak Sarunai Malana Batusangkar Sumbar.

Lihat Juga

Program Polisi Pi Ajar Sekolah, Pengabdian Polisi Jadi Guru SD dan TK

Figure
Organization