Home / Berita / Daerah / Soal Penolakan Ucapan Natal di Kemasan Donat, Pihak DMM: “Mas Adit Sudah Minta Maaf”

Soal Penolakan Ucapan Natal di Kemasan Donat, Pihak DMM: “Mas Adit Sudah Minta Maaf”

Facebook Donat Mungil Malang
Ilustrasi. (Facebook Donat Mungil Malang)

dakwatuna.com – Jakarta. Pihak Donat Mungil Malang (DMM) mengatakan bahwa Tyok Aditya Setyo sudah meminta maaf atas perbuatannya yang telah mengunggah histori pesan singkatnya kepada DMM, terkait penolakan atas permintaan mencantumkan ucapan selamat Natal pada kemasan donat yang dipesan Tyok. [Baca: Pria ini Kecewa karena Pesan Donat dengan Tulisan Selamat Natal, Tapi tak Dilayani]

“Iya seperti yang sudah kami upload di Fanpage DMM, mas Adit sudah minta maaf,” kata pengelola DMM Putri Priyanti, melalui pesan singkatnya kepada dakwatuna.com, Rabu (23/12/2015).

Putri mengungkapkan, DMM tidak akan mengubah prinsipnya untuk tidak melayani ucapan selamat hari raya selain Idul Fitri. Pihak DMM menegaskan, bahwa rejeki sudah diatur oleh Allah, sehingga selama berikhtiar, kreatif dan pintar melihat peluang usaha maka selalu ada jalan.

“Bisnis bukan masalah untung dan rugi tapi surga neraka. Insya Allah kami akan tetap dengan prinsip kami tidak melayani ucapan hari raya selain Idul Fitri. Tidak, karena Allah sudah mengatur rejeki,” ujar Putri. [Baca: Soal Ucapan Selamat Natal, Penjual Donat: Sejak Awal Kami Tidak Layani Ucapan Selain Agama Islam]

Di Fanpage Facebook resminya, DMM pun sudah memberikan pernyataan terkait permintaan maaf dari Tyok. Berikut pernyataan dari pihak DMM yang ditulis di Fanpage resminya:

Bismillahirrohmanirrohim..

Kami pada awalnya tidak mengiginkan adanya suatu masalah, tidak pula ingin sebuah kontroversi.
Kami hanya ingin menjalankan perintah agama, yang itu sudah dijamin oleh undang-undang.
Kami juga tidak ingin prinsip yang kami pegang (yang dijamin oleh undang-undang), dijadikan candaan dan bahan lelucon di media sosial oleh siapapun..
Kami tidak pernah sekalipun menghina, melarang, menyebarkan hasutan atau fitnah yang berbau SARA, maupun character assasination kepada suatu pihak..
Dan kami bukanlah pihak yaing pertama kali membuat permasalahan ini menjadi besar seperti sekarang.

Hingga sampai masalah ini mencuatpun kami tetap tidak melakukan tindakan defensif maupun ofensif.
Walaupun caci maki, hinaan, ejekan, teror yang ditujukan kepada kami melalui facebook, line, sms, bbm, wasap bahkan telepon tengah malam pun pernah kami dapatkan.

Meskipun demikian kami berterima kasih sedalam dalamnya kepada saudara-saudari kami di seluruh dunia dan Indonesia pada donat mungil malang atas supportnya..

Dengan permohonan maaf dari saudara tyo yang saya upload, kami harapkan agar permasalahan ini bisa berakhir sampai disini.
Dan kami harapkan agar tidak ada komentar yang berbau sara setelah ini.

Sementara itu, Tyok sendiri sudah mengklarifikasi atas perbuatannya yang justru menimbulkan pro kontra, bahkan, akibat ulah Tyok, pihak DMM mendapat bully dari Netizen karena dianggap telah melakukan diskriminasi kepada pelanggan.

Berikut klarifikasi dari Tyok yang ditulis di akun Facebooknya:

Selamat siang, saya Adit JNE. Dengan ini saya mengklarifikasi bahwa saya sudah meminta maaf secara pribadi kepada owner Donat Mungil Malang atas kelalaian saya udh memposting status sehingga sampe jadi menyebar luas seperti ini. Dari awal saya tidak ada niat apapun selain share sesuatu yg menurut saya itu lucu, saya tidak menyangka efeknya sebesar ini. Sebagai manusia, saya mengakui kelalaian dan keisengan saya telah merugikan orang lain, sekali lagi saya meminta maaf. Dan kepada semua pihak yg telah terlibat baik yg pro maupun yg kontra, marilah sama2 introspeksi tanpa saling menyalahkan, berkaca tanpa saling merendahkan.. Semoga dengan ini kita bisa mengambil hikmahnya, mempererat tali silaturahmi antar umat beragama. Terima kasih ‪#‎kandhaniOg‬

(abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization