Home / Berita / Nasional / Ketua Organda Ungkap Penyebab Metro Mini Sering Kecelakaan

Ketua Organda Ungkap Penyebab Metro Mini Sering Kecelakaan

metro mini
Aksi ugal-ugalan sopir metro mini kembali menelan korban jiwa. (newsmedia.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Aksi ugal-ugalan sopir Metro Mini B92 jurusan Ciledug-Grogol yang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak dua pejalan kaki, ibu dan anak di Jalan Raya Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/12/15). Si anak tewas, dan ibunya mengalami luka serius. Aksi ugal-ugalan ini menambah panjang daftar kecelakaan akibat kecerobohan sopir Metro Mini di Ibu Kota.

Menurut Ketua Organda, Shafruhan Sinungan ada tiga penyebab utama mengapa Metro Mini yang beroperasi di Jakarta amburadul.

Pertama, ini penyebabnya karena wadahnya Metro Mini tidak berfungsi. Sebab adanya konflik beberapa kelompok di pihak Metro Mini yang saling menggugat,” kata Shafruhan kepada republika.co.id

Ia menjelaskan, ada dua kelompok paling kuat yang saling merasa sebagai pengurus Metro Mini. “Jadinya dampaknya kepada anggota, misalnya pembinaan anggota tidak terarah. Ini bahkan sudah dituntut hingga ke pengadilan,” ujar dia menjelaskan.

Metro Mini, kata dia, berbentuk perseroan terbatas tapi sistemnya seperti koperasi, jadinya kepemilikannya perorangan. “Ini kan jadi kacau semua, mestinya kalau perseroan terbatas (PT) kan semua aset atas nama PT. Kemudian pengelolanya pun perorangan.”

Kedua, kondisi fisik kendaraan juga biasanya sudah di atas 20 tahun. “Ada yang dari 1979 atau 1980-an. Meski ada yang sudah ada ganti baju dari Metromini-nya kan belum tentu ada standar jaminan kelayakannya.”

Ketiga, perekrutan sopir tidak ada satu standar yang jelas. “Hampir semua pemilik tidak perduli dengan operasional mobilnya. Jadi satu Metromini bisa dikendarai satu hingga empat sopir secara bergantian, alias sopir tembak,” kata dia mengungkapkan.

Aksi Ugal-ugalan Metro Mini

Sementara itu, menurut saksi mata, Metromini yang menabrak ibu dan anak di Meruya Utara, Jakarta Barat, Rabu (16/12/2015), disebut beradu cepat dengan Metro Mini lain.

Kepada kompas.com, Ahadi mengaku melihat metromini itu kemudian menabrak tiang listrik, serta menabrak dua orang, Azam Flamboyan (7) dan ibunya, Muntiarsih (35).

“Saya lihat sendiri, itu metromini kebut-kebutan, balapan sama metromini lain. Metromini kan suka begitu, rebutan penumpang,” kata Ahadi yang saat itu berdiri tidak jauh dari tiang listrik yang ditabrak metromini itu.

Metromini melaju dari arah Kembangan menuju lampu lalu lintas di persimpangan Srengseng. Saat bus metromini melaju kencang, jalan dalam kondisi cukup ramai oleh kendaraan.

Namun, metromini terus melaju dengan kencang sambil menyalip kendaraan lainnya. Metromini yang dikendarai Denny sempat tertinggal.

Ahadi melihat, metromini Denny ingin menyalip dari kiri. Saat itu, kondisi tidak memungkinkan karena masih ada kendaraan.

Denny terlihat memaksa untuk menyalip hingga akhirnya menabrak tiang listrik, lalu menabrak Azam dan ibunya, yang sedang menunggu angkot di pinggir jalan.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Anies Baswedan Lolos dari Maut