Home / Berita / Daerah / Pengadaan Kapal Pengangkut Ternak, PKS: Aparat Harus Tindak Oknum yang Bermain

Pengadaan Kapal Pengangkut Ternak, PKS: Aparat Harus Tindak Oknum yang Bermain

Anggota Komisi III DPR RI, Almuzzammil Yusuf
Anggota Komisi IV DPR RI, Almuzzammil Yusuf

dakwatuna.com – Jakarta. Anggota Komisi IV DPR RI Al-Muzzammil Yusuf mengapresiasi terobosan Menteri Pertanian (Mentan), yang telah menghadirkan Kapal Pengangkut Ternak (KPT), yang akan membantu pemasaran para peternak dan sekaligus bisa meringankan harga di tingkat konsumen.

“Karena keberadaan kapal tersebut akan memangkas bukan saja biaya trasportasi , juga lama trasportasi yang berdampak positif pada kesehatan dan sedikitnya penurunan bobot ternak,” kata Muzzammil dalam siaran persnya kepada dakwatuna.com, di Jakarta, Sabtu (12/12).

Namun, Muzzammil menyayangkan, jika keberadaan KPT justru dikeluhkan oleh peternak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengaku justru dirugikan karena adanya pemaksaan dari berbagai oknum agar harga sapi dipotong.

Kementrian, Pemda dan aparat penegak hukum, lanjut Ketua DPP PKS Bidang Politik Hukum dan Ham (Polhukam) itu, harus menindak tegas pihak-pihak yang mengeruhkan terobosan positif tersebut. Menurutnya, jangan sampai berputar-putar dalam “lingkaran setan” permasalahan akibat segelitir kenakalan oknum.

“Jangan sampai upaya positif Pemerintah tersebut berupa kapal ternak dikotori oleh oknum-oknum dari berbagai pihak, dan itu hal dibiarkan saja oleh Kementan, Pemda terkait, dan aparat hukum,” imbuh Muzzammil.

Menurut Muzzammil, bisa jadi oknum tersebut berasal dari daerah, pusat, atau bahkan internal kementrian sendiri. Muzzammil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan terobosan kapal ternak. “Ini bagian dari upaya kita untuk mewujudkan kedaulatan pangan, bagian dari kedaulatan kita sebagai bangsa dan negara,” ujar politisi PKS asal Lampung itu.

Lebih lanjut Muzzammil mengemukakan, pengalaman keluhan peternak NTT ini harus jadi perhatian dan pelajaran Mentan pada operasi kapal ternak yang akan diadakan di beberapa propinsi lainnya, seperti di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), Jawa Timur dan Lampung. “Sehingga keluhan yang sama tidak terulang kembali,” pungkas Muzzammil. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Qatar: Negara Kami Jauh Lebih Kuat meski Diboikot

Organization