Topic
Home / Berita / Internasional / Afrika / Gadis 15 Tahun Meninggal Dunia Karena Siksaan di Penjara Kudeta Mesir

Gadis 15 Tahun Meninggal Dunia Karena Siksaan di Penjara Kudeta Mesir

Heba Abdulrahman Al-Badry. (i.ytimg.com)
Heba Abdulrahman Al-Badry. (i.ytimg.com)

dakwatuna.com – Kairo. Heba Abdulrahman Al-Badry (15 tahun), seorang remaja putri di Mesir, dikabarkan meninggal dunia setelah mendapatkan perlakuan buruk dan penyiksaan di penjara kudeta militer.

Heba ditangkap saat mengikuti sebuah demonstrasi menentang kudeta di daerah Matariah, pada tanggal 30/6/2015 yang lalu. Dirinya ditangkap karena membawa kamera. Setelah menangkap Heba, kepolisian juga menggeledah rumahnya, dan merusak semua isinya.

Seperti yang dituturkan Mohamed Naser, seorang jurnalis program televisi Misr Naharda, selama satu pekan, Heba mendapatkan siksaan yang sangat berat di tempat tahanannya. Pihak tahanan juga sempat memberikan suntikan di daerah punggungnya yang membuatnya lumpuh setengah badan.

Setelah dibebaskan dalam keadaan lumpuh setengah badan, Heba dibawa ayahnya ke Jerman untuk menjalani operasi. Ayahnya adalah seorang insinyur perminyakan di Jerman. Sayangnya, operasi itu tidak berhasil. Tiga pekan setelahnya, dilakukan operasi lagi, namun Heba meninggal dunia saat itu.

Para dokter di Jermanlah yang mengungkap bahwa Heba lumpuh karena mendapatkan suntikan yang menembus tulangnya di bagian punggung. Suntikan tersebut, kemungkinan karena kekesalan yang dialami oleh pihak penjara yang menyiksanya.

Menurut kesaksian dari penjara, Heba sama sekali tidak mengaduh kesakitan saat disiksa. Mulutnya tak henti-hentinya membaca Al-Quran. Dirinya memang telah berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qurannya saat duduk di kelas tiga SMP Al-Azhar.

Abdulrahma, ayah Heba, bersumpah tidak akan pernah kembali ke Mesir. Bahkan dirinya telah melepaskan kewarganegaraan Mesirnya. (msa/dakwatuna)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Konflik Air Antara Ethiopia, Sudan, dan Mesir

Figure
Organization