Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Filosofis Gajah dan Semut

Filosofis Gajah dan Semut

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (therichestimages.com)
Ilustrasi. (therichestimages.com)

dakwatuna.com – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Gajah adalah binatang menyusui berbelalai, bergading, berkulit tebal, berbulu abu – abu, berdaun telinga lebar dan hidupnya menggerombol di hutan – hutan Asia Tenggara. Namun, dalam istilah orang – orang, ketika mendengar kata gajah, pasti langsung berorientasi pada besar. Sebab, orang kebanyakan menganggapnya gajah itu besar dan tak ada satupun yang memungkirinya untuk hal yang satu ini.

Gajah memang diakui sebagai hewan yang besar, namun di balik itu semua, kita dapat mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya. Apa itu??? Mari kita bahas saat ini. Ada pertanyaan yang menggelitik ketika kita semua di tanyakan mengenai hewan yang satu ini. “Gajah kan besar? Iya kan? Nah, apanya yang besar dari gajah?” pertanyaan inilah yang mesti kita jawab bersama, banyak yang menjawabnya dengan berkata, kepalanya, ada juga yang menjawabnya dengan, telinganya, ada yang jawab, kakinya dan masih banyak lagi jawaban yang lainnya. Dan itu semua hanya terpaku sama satu hal yaitu gajah tanpa melihat dari sisi lainnya yang masih berhubungan dengan gajah, bukan hanya fokus sama gajahnya saja.

Sehingga jawaban dari pertanyaan tersebut adalah “kandang”. “Loh kenapa kandang kak?” nah itulah kebanyakan pernyataan yang muncul ketika jawabannya diberitahukan. Ya kandang lah jawabannya, sebab yang besar dari gajah itu adalah kandangnya, bayangin saja jika kandang dari gajah itu lebih kecil dari gajahnya, mana bisa masuk kandang jika seperti itu, makanya kandang gajah harus lebih besar dari gajahnya agar muat.

Hal di atas sama dengan masalah yang kita hadapi. Setiap masalah pasti ada solusinya, namun kita terlalu terfokus pada masalah yang kita hadapi padahal solusinya ada di sekitar masalah itu sendiri, sama halnya dengan gajah tadi, ternyata yang besar dari gajah itu adalah kandangnya. Nah, harapannya setiap masalah yang kita hadapi jangan hanya terfokus pada masalah dan solusi yang terkait dengan masalah itu, tapi ada solusi yang sangat dekat dengan masalah tersebut.

Selain gajah kita bisa mengambil hikmah dari semut. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, semut adalah serangga kecil yang berjalan merayap, hidup secara bergerombol, termasuk suku Formicidae, terdiri atas bermacam jenis. Semut merupakan hewan kecil yang mampu mengalahkan semua hewan, hewan kecil hingga hewan besar, selalu berkoloni. Ya ber-koloni, sama seperti kita semua, hidup tak bisa sendirian, mesti membentuk kelompok – kelompok, bersosialisasi dengan orang lain dan ikut merawat lingkungan sekitar tempat bermukim.

Inilah sesuatu hal yang mesti kita pahami, banyak ilmu dan pelajaran yang kita bisa ambil dari hewan – hewan, memberikan kita makna yang memiliki banyak arti. Semoga kita semua dapat menjadi pembelajar yang baik. Aamiin.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Lihat Juga

(Video) Kebaikan dari Allah Taala Sering Kita Anggap Sebagai Keburukan, Ini Buktinya

Organization