Topic
Home / Berita / Internasional / Amerika / Turki: Kami Siap Berunding dengan Rusia, Tidak Meminta Maaf

Turki: Kami Siap Berunding dengan Rusia, Tidak Meminta Maaf

PM Turki, Ahmet Davutoglu (aa.com.tr)
PM Turki, Ahmet Davutoglu (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Belgia. Turki tidak akan meminta maaf atas penembakan pesawat yang melanggar kedaulatan udaranya, tetapi Turki siap untuk melalukan pertemuan dan perundingan dengan Rusia, demikian disampaikan PM Ahmet Davutoglu pada Senin ini (30/11/2015).

Menyampaikan keterangan pers bersama dengan Sekjen NATO, Jens Stoltenberg, di kantor pusat NATO di Brussel, Belgia, Davutoglu menggarisbawahi kesiapan Turki untuk berunding dengan Rusia guna mengurangi ketegangan kedua negara pasca-penembakan Su-24 Rusia seminggu lalu.

“Jika pihak Rusia ingin berunding untuk mengantisipasi peristiwa serupa di masa mendatang, kami siap. Jika mereka ingin penjelasan lebih lanjut, kami bisa memberikan informasi apa pun terkait penembakan ini,” jelas Davutoglu.

Mengenai tuntutan minta maaf yang diinginkan Rusia, menurut Davutoglu tidak seharusnya Turki dituntut meminta maaf karena melakukan kewajiban melindungi kedaulatan wilayahnya.

“Melindungan wilayah udara dan perbatasan kami tidak saja hak, tetapi kewajiban pemerintah kami. Tidak ada otoritas mana pun yang meminta maaf karena melaksanakan tugas dan kewajibannya,” tegasnya.

Setelah penembakan jatuh pesawatnya karena memasuki wilayah Turki tanpa izin, Rusia mengambil langkah-langkah menentang Turki, termasuk sanksi ekonomi, membatalkan fasilitas bebas visa untuk pejabat Turki, serta meminta wisatawan Rusia untuk tidak berkunjung ke Turki.

Rusia juga memboikot sejumlah produk Turki masuk ke negaranya, dan melarang perpanjangan kontrak tenaga kerja asal Turki, diberlakukan mulai 1 Januari 2015. (rem/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Agency

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization