Topic
Home / Narasi Islam / Resensi Buku / PKS Mengubah Pusaran Menjadi Arus Balik

PKS Mengubah Pusaran Menjadi Arus Balik

cover bukudakwatuna.com – 

 

Judul Buku: PKS Mengubah Pusaran Menjadi Arus Balik
Penulis: Erwyn Kurniawan
Tebal Buku: 120 halaman
Penerbit: Pustaka Fauzan
Harga: Rp 35.000,-

Pengantar: Mohammad Sohibul Iman

 

“Buku ini patut dibaca oleh kader, simpatisan dan mereka yang ingin mengetahui lebih jauh tentang PKS.  Dan saya yakin, buku ini dapat menjadi salah satu referensi untuk mengenal jatidiri PKS.”

Kalimat di atas adalah akhir kata pengantar dari Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. Berlebihankah? Setelah membaca buku ini, jawabannya: Tidak!

Buku ini bukan sekadar puja-puji membabi buta kepada PKS, namun juga  sebuah kritik yang membangun untuk internal, kepercayaan diri, dan juga motivasi untuk para kader, simpatisan,dan masyarakat umum.

Setiap halaman pada buku ini membawa kita ke tiga masa, masa lampau, masa kini, dan masa depan. Buku ini memberi kita gambaran, bagaimana  PKS berpotensi besar mengubah pusaran yang selama ini membelit partai Islam menjadi arus balik.

Apa pusaran dan arus balik yang dimaksud? Penulis buku ini mengulasnya dengan bahasa yang renyah, mudah dicerna dan tak perlu kita mengernyitkan kening saat membaca analisisnya.

Selama ini banyak hujatan yang diarahkan ke partai dakwah ini. PKS munafik, PKS bejat, dan semua tuduhan itu disasarkan pada partai ini, Sementara ada koloni yang lebih bobrok tapi seolah tak terlihat. Membuat saya berputar kepada sejarah hidup para sahabat, banyak di antara mereka yang berlaku manusiawi, tapi apakah berhak kita menghina sahabat Rasulullah SAW.

Sebagai contoh, Zubayr Ibn Awwam adalah sahabat yang ikut perang Badar, dia dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW. Tapi, Zubayr pun hanya manusia biasa, cintanya pada Atikah bint Zaid membuat kandas pernikahannya dengan Asma’ bint Abu bakar yang tak sanggup di-poligami. Dan masih banyak lagi sifat manusiawi para sahabat Rasulullah SAW yang menurut hemat saya, mereka adalah manusia, bukan makhluk langit.

Begitu pula manusia-manusia di dalam partai ini, PKS hanya sekumpulan manusia biasa, yang dikaruniai fitrah dan syahwat, sama seperti manusia lain. Maukah engkau tahu, dimana bedanya PKS dengan partai lain? PKS memiliki jama’ah yang banyak dan siap menasihati satu sama lain anggotanya agar tetap berada dalam jalan yang diridhoi Allah. Inilah cinta dan ukhuwah yang dilandasi karena Allah, sehingga mereka tetap bertahan meskipun sempalan-sempalan antagonis berusaha dilekatkan oleh koloni-koloni yang tak kalah bobrok. Inilah yang saya temukan di dalam buku ini.

Sejak dulu, saya tahu PKS sudah punya konsentrasi yang tinggi pada masalah sosial keumatan baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. Harapan saya adalah, ketika PKS sudah meraih suara terbanyak di negeri ini dan berhasil memimpin negeri ini, bisa turut andil dalam pembebasan negara-negara muslim lain, khususnya Palestina.

Karena solusi permanen untuk membebaskan negeri-negeri muslim yang masih terjajah adalah, banyaknya pemimpin muslim di seluruh dunia yang punya kepedulian dan konsentrasi tinggi terhadap masalah Palestina, Suriah, Iraq, dan sebagainya. Jika banyak negara muslim yang pemimpinnya peduli terhadap negeri muslim lain, maka saya rasa, Palestina akan merdeka. Dan kita akan melihat Islam akan bangkit.

Harapan saya Insya Allah terwujud. Karena arus balik kian menjelang seperti yang tertuang dalam buku ini.

Nurul Septiani.

————–

Buku ini layak antum miliki, isinya kaya akan informasi yang diulas secara proporsional.

Untuk pemesanan silakan ketik:
PKS_Nama_Alamat (Jalan_Rt/rw_Kel_Kec_Kab_Prov_Kode Pos)_Jumlah Pesanan_No HP. Kirim ke 0858-8367-8692 (WA/SMS)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Meraih Kesuksesan Dengan Kejujuran (Refleksi Nilai Kehidupan)

Figure
Organization