Home / Berita / Internasional / Asia / Thailand Kembali Tuai Kecaman karena Deportasi Pengungsi

Thailand Kembali Tuai Kecaman karena Deportasi Pengungsi

Muslim Uighur yang dideportasi Thailand (aa.com.tr)
Muslim Uighur yang dideportasi Thailand (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Thailand. Setelah empat bulan mendapatkan kecaman dunia karena mendeportasi 109 muslim Uighur ke Cina, junta militer Thailand kembali menuai kecaman para aktivis HAM setelah mendeportasi dua aktivis pro-demokrasi ke Beijing.

Pada Rabu kemarin (18/11/2015), kantor HAM PBB cabang Thailand membenarkan ada tindakan deportasi terhadap dua warga Cina dan mengkhawatirkan keselamatan mereka di tangan aparat kepolisian Cina.

Jeremi Laurence, jubir UN-OHCR (UN Office of the High Commissioner for Human Rights) menyatakan, “Kami membenarkan adanya deportasi yang dilaksanakan pada minggu lalu.”

Dikenali sebagai pengungsi, kedua warga Cina tersebut ditangkap ketika menunggu penerbangan ke Kanada dan ditahan di kantor imigrasi Bangkok atas tuduhan pelanggaran peraturan imigrasi.

Launrence menggarisbawahi kekhawatirannya terhadap tindakan kekerasan yang akan diterima dua warga Cina bernama Jiang Yefei dan Dong Guangpin itu.

Kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh Amnesty International yang menyebutkan kedua pengungsi itu pernah ditahan oleh otoritas Cina karena mengkritisi penguasa komunis.

Yefei adalah seorang kartunis, meninggalkan Cina tahun 2008 setelah ditangkap dan disiksa karena mengkritik penguasa. Setelah dibebaskan, ia kemudian bermukim di Thailand dan mendirikan Federation for a Democratic China, kelompok oposisi penguasa.

Sementara Guangping sebelumnya ditangkap sebagai tahanan politik di Cina dari tahun 2001-2004 atas tuduhan menyulut pemberontakan terhadap kekuasaan negara. (rem/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Agency

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Di Hadapan Ivanka Trump, Tun Mahathir Kecam Keras Amerika Serikat

Organization