Home / Berita / Nasional / IUMK Berikan Kepastian Hukum dan Pemberdayaan

IUMK Berikan Kepastian Hukum dan Pemberdayaan

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menyerahkan sertifikat Hak Cipta, Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK), serta Kredit Usaha Produktif (KUP) kepada pelaku usaha kecil dan menengah di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (14/11/2015). (Kemenkop UKM)
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menyerahkan sertifikat Hak Cipta, Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK), serta Kredit Usaha Produktif (KUP) kepada pelaku usaha kecil dan menengah di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (14/11/2015). (Kemenkop UKM)

dakwatuna.com – Jawa Tengah.  Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), AAGN Puspayoga meluncurkan kartu Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (14/11/15).

Puspayoga didampingi Deputi Menteri Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko dan Bupati Kudus Musthofa.

Keuntungan IUMK bisa mempermudah pelaku usaha mendapatkan kredit ke bank, memiliki kepastian ijin usaha serta memiliki sarana pemberdayaan untuk membangun dan mengembangkan usaha.

“Kartu IUMK memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan pelaku UMKM untuk membangun dan mengembangkan usahanya, ” ujar Braman Setyo.

Peluncuran ini, kata Braman, untuk kedua kalinya setelah peluncuran pertama di Gianyar, Bali. Program kartu IUMK didukung Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo), Jamkrida dan perbankan.

“Kemenkop dan UKM terus memberikan layanan untuk memperoleh IUMK ke berbagai daerah di Indonesia agar terbangun sinergitas dengan pemerintah daerah,” harapnya.

Tahun ini, Kemenkop dan UKM telah menargetkan dana Rp 30 triliun dengan IUMK bisa meningkatkan daya saing dan berkompetisi tingkat ASEAN, terutama menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan internasional.

“Terlebih, bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) turun dari 22 menjadi 12 persen per tahun. Tahun depan, bisa lebih agresif lagi,” tandasnya.

Keuntungan lain, bagi pemegang kartu IUMK bisa lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan ke perbankan untuk mengembangkan usaha tanpa jaminan dengan batas Rp 25 juta per orang.

“Jelas itu lebih menguntungkan dan kompetitif karena bisa mendapatkan pinjaman Rp 25 juta per orang tanpa jaminan ke bank, ” tandasnya. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Salimah Siap Gelar Silaturahim Koperasi dan UKM Nasional