Home / Berita / Internasional / Eropa / Fakta Europol: Hanya 2% Aksi Teror di Eropa Dilakukan Oknum Beragama Islam

Fakta Europol: Hanya 2% Aksi Teror di Eropa Dilakukan Oknum Beragama Islam

Penjagaan ketat di Paris setelah aksi teror. (telegraph.co.uk)
Penjagaan ketat di Paris setelah aksi teror. (telegraph.co.uk)

dakwatuna.com – Paris. Kasus serangan teror di kota Paris Jumat (13/11/2015) malam, menjadi pemberitaan besar-besaran di seluruh dunia. seperti biasa, umat Islam bahkan agama Islam kembali menjadi tertuduh. Sebagian umat Islam juga merasa sebagai pihak yang bersalah. Benarkah demikian?

Sejak kasus penyerangan yang terjadi di kantor majalah Charlie Hebdo awal tahun ini, upaya sensus populasi komunitas Muslim di Eropa dilakukan lebih serius, dan seberapa tingkat pertumbuhannya.

Saat ini, di seluruh negara Uni Eropa, terdapat 20 juta Muslim. Jumlah paling banyak terdapat di Perancis (8% dari seluruh penduduk Perancis), Jerman (6.5%), Belgia (6%) Swedia (6%), Belanda (5.5%), Inggris (4.8%), dan Italia (4%).

Sensus juga menghitung seberapa aksi teror yang dilakukan oleh orang Muslim. Europol melansir hasilnya, bahwa aksi teror yang dilakukan oleh oknum yang beragama Islam di Eropa hanyalah 2% dari seluruh aksi teror yang terjadi pada tahun 2013. Sedangkan 98% lainnya dilakukan oleh non Muslim, baik karena motiv pertentangan etnik ataupun nasionalisme.

Aksi terburuk yang pernah ada Eropa terjadi pada tahun 2011. Saat Anders Behring Breivik membunuh 77 orang di Norwegia. Aksinya dilakukan sebagai bentuk protes atas kebijakan negaranya yang membuka kedatangan para imigran Muslim.

Yang terjadi di Amerika tidak jauh berbeda. Pada tahun 2014 yang lalu, Universitas South Carolina melakukan survei yang hasilnya bahwa setelah peristiwa WTC 11 September, hanya ada 37 orang Amerika yang terbunuh dalam kasus yang terkait dengan masalah umat Islam. Padahal dalam rentang waktu yang sama, terdapat 190 ribu orang Amerika yang terbunuh dalam berbagai kasus lainnya.

Oleh karena itu, publik sepertinya akan terkaget-kaget jika mengetahui bahwa mayoritas serangan teror yang terjadi di Eropa dan Amerika bukan dilakukan oleh umat Islam. Persepsi yang sekarang tersebar bahwa terorisme selalu dihubungkan dengan umat Islam adalah sebuah kesalahan media. (msa/dakwatuna)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Duduk Berdampingan dengan Menlu Yaman, Netanyahu: Kami Ukir Sejarah

Organization