Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Austria Buat Pagar Berduri Sepanjang 25 Km untuk Halangi Pengungsi Arab

Austria Buat Pagar Berduri Sepanjang 25 Km untuk Halangi Pengungsi Arab

Pagar kawat berduri yang dipasang Austria (aa.com.tr)
Pagar kawat berduri yang dipasang Austria (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Austria. Kementerian Dalam Negeri Austria mengumumkan bahwa pihaknya memutuskan memasang pagar kawat berduri sepanjang perbatasan dengan Slovenia sepanjang 25 km untuk menghalangi masuknya gelombang pengungsi Arab (sebagian besar dari Suriah) ke negara itu.

Mendagri Austria, Yohana Michael, dalam konferensi pers menyatakan, sebagaimana dikutip Anadolu (13/11/2015), pemasangan pagar kawat berduri itu akan selesai selama dua hari ini.

Sementara itu, Kepala Staf Militer Austria, Ottmar Cominda, menyebutkan pagar berduri dengan ketinggian mencapai dua meter itu bertujuan untuk mengantisipasi situasi darurat ketika gelombang pengungsi datang begitu besar.

Di pihak lain, Menteri Luar Negeri Austria, Sabestaan ​​Curtis, dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa Austria harus bekerja untuk menghentikan aliran pengungsi secepatnya untuk mencegah situasi di luar kendali. Austria memerlukan biaya yang cukup tinggi diambil dana pajak untuk menangani pengungsi. Menurutnya, biaya makan 95 ribu pengungsi pertahun mencapai satu miliar euro.

Curtis juga mengatakan bahwa Kanselir Austria, Werner Faymann, di sela-sela KTT Eropa-Afrika di Malta kemarin (13/11/2015) menyampaikan komitmen negaranya memberikan bantuan sebesar 57 juta euro untuk mendanai Turki agar menghentikan arus pengungsi ke Eropa.

Menurut statistik dari Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi, selama setahun ini telah tiba 700 ribu pengungsi di Eropa, menyeberangi Laut Mediterania, sebagian besar dari Suriah dan Afghanistan. Jumlah pengungsi ke Eropa hingga akhir 2017 diperkirakan mencapai tiga juta orang. (rem/dakwatuna)

Sumber: Anadolu

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Grand Launching SALAM Teknologi Solusi Aman Covid-19 untuk Masjid

Figure
Organization