Topic
Home / Konsultasi / Konsultasi Keluarga / Anak Kedapatan Nonton Video Dewasa, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Anak Kedapatan Nonton Video Dewasa, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ilustrasi-HP (linkedin.com)
ilustrasi-HP (linkedin.com)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr wb
Yth Dr. Muhammad Iqbal, saya mau bertanya tentang pornografi pada anak.

Putra saya 12 tahun, kelas 1 SMP Islam Terpadu, semenjak kelas 6 SD, pakde nya memberikan hadiah berupa Hp. Saya menyayangkan hal tsb, karena belum waktunya dan terkesan memanjakan anak. Jadi penggunaannya saya batasi hanya jumat sore, sabtu dan ahad. Tiap hari pagi 1 jam, sore 1jam.

Setengah bulan ini, saya pasang internet unlimited. Saya sampaikan silakan buka YouTube untuk mencari ilmu pengetahuan. Sesekali saya awasi apa yang dibuka. Anak saya suka nonton Naruto, baik di TV, VCD, download ataupun online. Tapi itupun selalu saya batasi. Nah beberapa hari ini, HP saya sita. Saya pikir akan saya berikan kalau dia sudah matang bertindak dan berpikirnya. Karena main game di HP sudah melebihi jatah waktunya.

Nah kadang dia pinjam hp saya. Untuk akses you tube. Sesekali saya awasi, Suatu saat, saya lagi telp adik saya, saya cek anak saya sedang apa. Ternyata si adek lagi nonton TV dan si kakak di kamar tertutup pintu lg pegang HP. Saat itu juga saya ambil paksa HP nya. Saya hanya iseng saja ngerampas, di otak saya paling dia buka film Naruto. Tapi kali ini bener saya susah ngerampasnya. Sampe dia matiin HP nya menghalangi tindakan saya.

Setelah HP saya dapat, saya buka, cek history, ternyata yang dibuka adalah Naruto porno & GTA porno. Astaghfirullah, saya berasa mau pingsan saat itu juga. Spontan saya ngamuk, alhamdulillah ditengahi suami saya. Anak saya nangis terus. Akhirnya besok nya baru kami bicara ber-3. Hati saya masih hancur, sulit rasanya mengikhlaskan semua ini. Sulit mempercayai anak saya.

Di situ banyak suami saya yang bicara. Tapi suami saya sengaja tidak tanya ke putra saya, sudah berapa lama konsumsi film porno dan siapa yang ngasih info. Pertanyaan saya, sebaiknya apa saya telusuri ulang tentang semua itu atau konsen pada recovery anak saya?

Jazakallahu khair dan mohon doanya semoga mampu menjaga amanah Allah ini. Terima kasih

Wa’alaikum salam wr wb.

SK, Jakarta

Jawaban:

dakwatuna.com – Yth Ibu SK di Jakarta, terima kasih atas pertanyaan yang ibu ajukan, saya bisa merasakan betapa sedih dan kecewanya ibu saat ibu, apa yang sudah ibu khawatirkan sejak awal terjadi dan ibu merasa bersalah dan menyesali semuanya.

Anak kedapatan nonton video porno, apa yang harus dilakukan?

Pornografi yang dikonsumsi anak sangat memprihatinkan dan berbahaya bagi kehidupan anak. Pornografi dapat membuat anak mengalami kecanduan, merusak syaraf otak, mengganggu konsentrasi anak. Berdampak kepada produktivitas di sekolah dan bahkan anak dapat menjadi pelaku kejahatan seksual, na’udzubillahi min dzalik.

Apa yang anak Ibu lakukan merupakan sebuah perilaku yang banyak terjadi di usia remaja, karena dalam perkembangan psikisnya, usia remaja adalah usia yang rentan seperti rasa penasaran ingin tahu, pengaruh rekan lingkungan sebaya (conformitas) ataupun dorongan seksual yang sedang berkembang di usia remaja, namun belum tentu sudah menjadi candu (addict) karena perilaku menonton dengan sembunyi-sembunyi hanya terjadi ketika ada peluang dan kesempatan, mudah-mudahan saja apa yang anak ibu lakukan hanya sebatas rasa ingin tahu saja. Saya dapat memahami perasaan ibu, mungkin ibu merasa gagal dan lalai dalam mendidik anak, Kita tidak bisa mengulang kembali waktu yang telah terjadi, penyesalan dan kemarahan yang berlebihan saat ini tidak mampu mengulang waktu yang sudah berlalu, yang harus ibu lakukan adalah mengambil hikmah dari kejadian ini dan segera menyiapkan rencana masa depan, ibu masih punya harapan dan peluang yang besar untuk menyelamatkan anak dari jurang kehancuran. Dari pada kita sibuk menyalahkan kenapa gelap terjadi, lebih menyalakan lilin untuk menerangi orang lain dari kegelapan.

Marah, sedih, kecewa hanya menambah duka dan tidak mampu menyelesaikan persoalan. Cara yang efektif dalam menyembuhkan anak yang suka menonton film/video porno adalah membantu dia dengan bentuk program coaching dan konseling bila diperlukan, coaching adalah sebuah metode membantu orang lain dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari yang bermasalah menjadi baik, bentuk komunikasi yang digunakan adalah komunikasi supportif, kadangkala bentakan, marah yang berlebihan membuat anak menjauh dan menjadi tertutup, coba gunakan komunikasi yang membuat dia nyaman, ungkapkan perasaan kecewa dengan baik, ajak dia berempati merasakan betapa sedihnya ibu, dan kekhawatiran yang akan terjadi bila ini terus dilakukan, katakan ibu marah dan sedih karena bagian dari ungkapan sayang, ajak dia merumuskan bersama langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan bersama agar tidak terjadi lagi, contoh coaching:

Ibu: Kemarin ibu sudah melihat langsung apa yang ananda lakukan, boleh gak ibu menyampaikan perasaan sebagai orang tua dan memiliki rasa sayang kepada anak?

Ibu: Ibu sangat sayang kepada ananda (nama anak), karena rasa sayang ibu, ketika peristiwa kemarin terjadi, Ibu kecewa, marah, hati ibu hancur dan sedih atas apa yang sudah ananda lakukan, ibu merasa gagal dan lalai mendidik anak. Menurut ananda, kira-kira kalau ananda terus menentukan video itu apa yang akan terjadi? (biarkan dia menjawab)

Ibu: Ibu melihat kamu punya potensi menjadi orang hebat di kemudian hari (puji dan ungkapkan potensi yang dimiliki), ibu khawatir apa yang ananda lakukan ini bisa merusak masa depan ananda, ananda masih muda dan perjalanan hidup masih panjang, harapan keluarga kepada ananda sangat besar kelak menjadi seorang yang sukses

Ibu: Maukah ananda ibu bantu keluar dari masalah ini? (biarkan dia menjawab dan dengarkan apa yang dia ungkapkan)

Ibu: kalau ananda setuju, mari kita rumuskan bersama, apa saja yang harus kita lakukan agar peristiwa ini tidak terjadi dan kita bisa sukses dunia dan akhirat (misalnya membuat kesepakatan tidak menggunakan HP, menonatifkan internet, ikut kursus, tidak berteman dengan orang yang suka mengajak nonton video porno, rajin shalat dan puasa sunnah, dll)

Namun bila cara ini belum efektif juga ada baiknya ibu melakukan konseling yang bisa dilakukan oleh konselor atau psikolog agar anak ibu mendapatkan assessmen dan penanganan yang baik melalui program konseling. (rumah konseling/dakwatuna)

____

Untuk pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat kirimkan langsung melalui email: [email protected]

banner-konten-bersponsor-rumah-konseling

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
Dr. H. Muhammad Iqbal, M.SocSc (Psy)
Sarjana Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Kemudian melanjutkan S2 Program Magister Profesi Psikologi Konseling dan S3 Psikologi dari School of Psychology and Human Development Faculty Social Science and Humanities Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Alumni ILO Labour Migration Academy ILO Training Center Turin Italy dan Asian Graduate Students Fellowship National University of Singapore (NUS) dan Lulus Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA-54) Lemhannas RI. Saat ini menjabat Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta dan Direktur Rumah Konseling (PT.Namary Insan Solusi), bergerak dalam bidang Konsultan Psikologi SDM dan Keluarga. Mendirikan Praktik layanan psikologi, Rumah Konseling di Jl. Saidin No. 17 Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. Layanan pelatihan (Life Skill), konseling dan asesmen psikologi melalui temu janji dengan psikologi terlebih dahulu melalui Tlp : 082272187182/081218953316 Pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat dikirim ke: [email protected] Jawaban Rubrik Konsultasi Psikologi

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization