Topic
Home / Berita / Silaturahim / FLP Membela Ummat Dengan Sastra

FLP Membela Ummat Dengan Sastra

Bedah buku "700 Batang Cahaya" sekaligus kajian dan donasi untuk palestina.  (Sabtu/31/10/15). (FLP Batam)
Bedah buku “700 Batang Cahaya” sekaligus kajian dan donasi untuk palestina. (Sabtu/31/10/15). (FLP Batam)

dakwatuna.com – Forum Lingkar Pena (FLP) Batam mengadakan kajian dan donasi untuk palestina dalam acara bedah buku “700 Batang Cahaya” Oleh Irfan Azizi, Pengurus BPP FLP yang juga sekretaris Komunitas Sahabat Mas Gagah. Acara tersebut diadakan di Aula Masjid Raya Batam, Sabtu, (31/10/15). Yang dihadiri sekitar 50 orang peserta.

Buku antologi 700 Batang Cahaya Palestina, yang memuat Palestina dalam cerita dan puisi. Kali ini berbicara tentang invasi, intifadhah, jam malam, malaikat kematian, dan ukhuwah Islamiyah. Kembali, tulisan dari Helvy Tiana Rosa, Sinta Yudisia, Afifah Afra, dan teman-teman FLP sedunia bergabung dalam Antologi Palestina. FLP Turki, Saudi Arabia, Yaman, Hongkong, Malaysia dan tentu FLP Indonesia menyajikan tema tanah Anbiya dalam Cerita Pendek dan Puisi.

Ilmu itu diabadikan dan diwariskan dengan tulisan. Menulis untuk memahat ilmu dan mengukir kepribadian. FLP mengeluarkan tulisan tentang palestina, memuat misi untuk memahamkan dan memperingatkan tentang saudara kita yang ada di palestina. Pentingkah kita menulis? Menulis untuk menata ilmu, dan keahlian menulis untuk membentuk pola berpikir.

“Ajarkanlah anak-anakmu sastra dan ajarkanlah anak-anakmu tentang pemberani”, kata mutiara dari Ali bin Abi Thalib.

Sastra mengolah alur cerita dan menghadirkn beberapa kemungkinan. Untuk memungkinkan menjadikan kita pemberani, karena banyak pemikiran dan konflik yang bisa kita pahami dalam kehidupan.

Takutnya kita terkadang karena tidak banyak yang tidak kita ketahui. Banyaknya ilmu akan membuat kita lebih berani menghadapi kehidupan. Karena lebih paham dan tahu cara mengatasinya dengan ilmu yang kita miliki.

Ummat ini perlu banyak memahami banyak ilmu dan pemahaman tentang banyak keilmuwan. Agar lebih kuat dan mudah untuk menghadapi berbagai tantangan jaman.

Dengan ilmu kita tahu cara melakukan perlawanan, dan dengan sastra kita akan lebih mampu memahami kehidupan.

Dari penggalangan yang dilakukan, mendapatkan hampir 1 juta rupiah. Dana yang akan disumbangkan untuk saudara yang ada di Palestina.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Palestina Tolak Rekonsiliasi Tanpa Kemerdekaan

Figure
Organization