Topic
Home / Berita / Opini / Ini Bukan Presidenku yang Dulu

Ini Bukan Presidenku yang Dulu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Presiden Joko Widodo Melakukan kunjungan Kenegaraan ke Amerika Serikat. (kompas.com)
Presiden Joko Widodo Melakukan kunjungan Kenegaraan ke Amerika Serikat. (kompas.com)

dakwatuna.com – Terlihat sesosok tinggi kurus berdiri tegak berkiblat ke negeri barat, berbaju kotak-kotak ala negeri timur. Pancaran panorama retorika kehidupan mulai dimainkan. Bisikan sengit berlomba-lomba mengubah paras wajah pribumi dari sabang sampai marauke terlihat pucat pasi. Pribumi yang mengelus dada disambet 50.000 ribu untuk berubah haluan. Ah, sudahlah !! yang penting makan. Memang tak cukup mengubah haluan demi negeri ini. Apalagi negeri ini penuh dengan kelezatan-kelezatan yang berlimpah dari perut bumi yang tak akan habis kalau hanya pribumi yang memakannya. Apalah daya robot-robot telah memasuki raga kami para pribumi dari lilitan kalkulus matematika.

Naik…. Naik…. Naik, itu lah yang terlontar dari para pemilik kepentingan, mengangkatmu ke jenjang yang lebih tinggi bertahta permaisuri. Sekarang kau berubah, berubah menjadi sesosok mahluk halus yang mudah dimasuki bisikan-bisikan kemajemukan kematian. Lantakan satu persatu tepat mengenai hatimu. Makin keras hatimu!!. keras sekali, sekali-kali keras. keras… keras… dan keras. Apa yang engkau pikirkan wahai presidenku. Kami menunggumu kembali seperti dulu. Wong cilik yang memecah langit nusantara terdengar merakyat.

Sambutlah tangan kami yang merindukanmu untuk membuat gerakan yang menakutkan demi para pribumi dari sudut timur matahari. Matahari sekarang tidak seperti biasanya. Banyak tertutup kabut kemunafikan ala simpanse yang bergantungan menunggu lemparan-lemparan keuntungan. Haruskah kami diam seperti ini. Melihat kau berpura-pura baik di depan pribumi. Padahal di belakang, kau diserunduk banteng-banteng para pecandu kekuasaan.

Kemana presidenku yang dulu. Presiden yang kubanggakan, dengan wawasan yang tinggi, ide yang cemerlang, pergerakan yang masif. Kemana sekarang?! Apakah kau masih di sana wahai presidenku. Ini bukan kau !! Aku yakin ini bukan kau. Bukan… Bukan… Bukan …, kau tidak seperti itu. Ini rengkarnasimu saja dari petugas partai yang dicapkan oleh ratu merah yang bertanduk. Kau bukan kernet partai yang ditarik ulur kemudian terhempas tak berkiblat. Kembalilah ke kiblatmu wahai presidenku yang sesungguhnya. Kami rindu idemu yang cemerlang, gerakanmu yang gesit, tanganmu yang berbuat. Bukan yang sekarang ini, janji yang tak berbobot. Ini bukan kau!! Wahai presidenku, kau itu terarah dan berpendidikan.

Kembalilah …. !!!. Kembalilah ….. !!!. Kembalilah …. Wong cilik .

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Lebih dikenal dengan sebutan Oki, sering aktif di kegiatan mahasiswa. Terkhususnya sebagai aktifis salah satu OKP KAMMI Kalimantan Barat. Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di kalimantan barat yaitu IKIP-PGRI Pontianak jurusan pendidikan geografi angkatan tahun 2011. Mulai aktif diorganisasi sejak SMP (MTsN Sungai Besar, Kab. Ketapang) sampai sekarang. Amanah saat ini selain di KAMMI, juga aktif di kegiatan kemanusiaan sebagai salah satu relawan ACT.

Lihat Juga

Soal ‘Jalan Tol Pak Jokowi’, Fahira Idris: Rakyat Sudah Cerdas

Figure
Organization