Topic
Home / Berita / Silaturahim / Tahun Kemalangan, KAMMI Solo: Jokowi Blenjani Janji

Tahun Kemalangan, KAMMI Solo: Jokowi Blenjani Janji

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
KAMMI Solo Raya melakukan aksi refleksi satu tahun kepemimpinan Jokowi – JK, Bundaran Gladag, Solo, Rabu (21/10/2015). (Erna DS/KAMMI)
KAMMI Solo Raya melakukan aksi refleksi satu tahun kepemimpinan Jokowi – JK, Bundaran Gladag, Solo, Rabu (21/10/2015). (Erna DS/KAMMI)

dakwatuna.com – Surakarta.  Satu tahun kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo – Jusuf Kalla menuai respon beragam dari masyarakat. Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Solo Raya menyebut setahun kinerja Jokowi JK sebagai tahun Kemalangan.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum KAMMI Soloraya, Arip Budhi Hermawan dalam aksi refleksi satu tahun kepemimpinan Jokowi – JK, Bundaran Gladag, Solo, Rabu (21/10/2015).

“Ini adalah tahun kemalangan. Sebagai rakyat, kami merasakan negeri ini semakin terpuruk. Dari menumpuknya hutang Indonesia yang mengancam kedaulatan bangsa, pelemahan rupiah, amburadulnya harga pasar BBM hingga, wabah korupsi yang seolah sengaja dipelihara”, papar Arip.

Menurut Arip, langkah strategis yang dapat dilakukan oleh Presiden RI adalah dengan menarik kembali kebijakan yang tidak sesuai dengan janji presiden. Diganti dengan kebijakan yang pro rakyat dan memperbaiki kinerja kepemimpinan.

“Langkah strategisnya simpel, kalau dulu Presiden memiliki janji suci yang dikemas dalam Nawacita. Tarik saja kebijakan-kebijakan yang memang terbukti mblenjani janji (red : mengikari janji) nawacita dan sambung dengan perbaikan-perbaikan kinerja presiden beserta para kabinet pemerintahan”, tegas Arip.

Janji Nawacita yang disampaikan oleh Presiden diharapkan oleh KAMMI Solo tidak berakhir di perencanaan dan hanya menjadi benih program-program duka cita. “Janji Nawacita itu harus kongkrit, tidak hanya menjadi perencanaan dan menumbuhkan benih program-program dukacita, bukan nawacita”, harap Arip

“Apabila hal ini tidak segera dilakukan maka aktivis KAMMI beserta elemen mahasiswa lain akan menjadi garda terdepan dalam menggerakkan rakyat untuk menurunkan Jokowi JK”, pungkasnya. (Erna/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Pekerja Sosial Kementerian Sosial RI (Developer Community) - Penulis - dan Konsultan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Sinar Kasih Sragen.

Lihat Juga

Azyumardi Azra Dukung KAMMI Masuk Kampus Guna Melawan Radikalisme

Figure
Organization