Home / Berita / Silaturahim / Majlis Rasulullah Galang Persatuan antar Majelis Dzikir

Majlis Rasulullah Galang Persatuan antar Majelis Dzikir

Pimpinan Majelis Syuro MR, Al Habib Nabil bin Fuad Al Musawwa di tengah kunjungannya ke kediaman pimpinan Majelis Nurul Musthofa, Al Habib Hasan bin Ja’far Assegaf. (suara-nu.com)
Pimpinan Majelis Syuro MR, Al Habib Nabil bin Fuad Al Musawwa di tengah kunjungannya ke kediaman pimpinan Majelis Nurul Musthofa, Al Habib Hasan bin Ja’far Assegaf. (suara-nu.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Pertumbuhan Majelis dzikir sejak tahun 90-an hingga sekarang memang sungguh fenomenal. Sudah tidak terhitung jumlahnya, baik yang berskala lokal maupun Nasional seperti Majelis Rasulullah SAW (MR).

Olehkarena itu, guna meningkatkan komunikasi dan silaturrahmi antar ummat Islam, Majelis Rasulullah SAW (MR) berinisiatif menggalang persatuan seluruh majelis dzikir yang berhaluan Aswaja se-Indonesia, khususnya di Jakarta.

Hal ini disampaikan pimpinan Majelis Syuro MR, Al Habib Nabil bin Fuad Al Musawwa di tengah kunjungannya ke kediaman pimpinan Majelis Nurul Musthofa, Al Habib Hasan bin Ja’far Assegaf di Jakarta.

Habib Nabil menambahkan, persatuan antar majelis dzikir hendaknya bisa dicapai, mengingat begitu kompleksnya problematika ummat yang perlu dipecahkan bersama. Menurut Habib Nabil, persatuan majelis dzikir ini akan terus dilanjutkan hingga tingkat nasional.

“Alhamdulillah Habib Hasan sepakat untuk mendekatkan majelis dzikir se-Jakarta dan juga di Indonesia, agar seiring sejalan bergandengan tangan demi persatuan ummat Islam dan kepentingan ummat”, terang Habib Nabil sebagaimana dilansir suara-nu.com

Masih menurut Habib Nabil, dengan adanya persatuan antar majelis dzikir ini diharapkan ummat Islam lebih dihargai, tidak dihinakan, dan tidak mudah terpecah belah, bahkan diadu domba. Habib Nabil mengharapkan ummat Islam di Jakarta khususnya, dan di Indonesia pada umumnya, harus kuat dan solid, sehingga dapat memenangkan setiap pertarungan.

Disamping itu, Habib Nabil berpesan kepada seluruh jama’ah MR agar pro aktif mensukseskan gerakan #SatuJutaFatihahUntukBangsa.

Majelis Rasulullah sendiri merupakan salah satu majelis dzikir yang sudah dikenal hinggal pelosok negeri.

Dikutip dari majelisrasulullah.org, awal berdirinya Majelis Rasulullah adalah ketika Hb Munzir Almusawa lulus dari Study-nya di Darulmustafa pimpinan Al Allamah Al Habib Umar bin Hafidh Tarim Hadramaut, Yaman. Beliau kembali ke Jakarta dan memulai berdakwah pada tahun 1998 dengan mengajak orang bertobat dan mencintai nabi saw yang dengan itu ummat ini akan pula mencintai sunnahnya, dan menjadikan Rasul saw sebagai Idola.

Hb Munzir membuka majelis malam selasa dari rumah kerumah, mengajarkan Fiqh dasar, namun tampak ummat kurang bersemangat menerima bimbingannya, dan Hb munzir terus mencari sebab agar masyarakat ini asyik kepada kedamaian, meninggalkan kemungkaran dan mencintai sunnah sang Nabi saw, maka Hb Munzir merubah penyampaiannya, ia tidak lagi membahas permasalahan Fiqih dan kerumitannya, melainkan mewarnai bimbingannya dengan nasehat-nasehat mulia dari Hadits-hadits Rasul saw dan ayat Alqur’an dengan Amr Ma’ruf Nahi Munkar, dan lalu beliau memperlengkap penyampaiannya dengan bahasa Sastra yang dipadu dengan kelembutan ilahi dan tafakkur penciptaan alam semesta, yang kesemuanya di arahkan agar masyarakat menjadikan Rasul saw sebagai idola, maka pengunjung semakin padat hingga ia memindahkan Majelis dari Mushalla ke mushalla, lalu Mushalla pun tak mampu menampung hadirin yang semakin padat, maka Hb Munzir memindahkan Majelisnya dari Masjid ke Masjid secara bergantian.

Majelis kian memadat, maka Munzir mengambil empat masjid besar yang bergantian setiap malam selasa, yaitu masjid Raya Almunawar Pancoran Jakarta Selatan, Masjid Raya At Taqwa Pasar minggu Jakarta Selatan, Masjid Raya At Taubah Rawa Jati Jakarta Selatan, dan Ma`had Daarul Ishlah Pimp. KH. Amir Hamzah di Jalan Raya Buncit Kalibata Pulo,

Namun karena hadirin semakin bertambah, maka Hb Munzir akhirnya memusatkan Majelis Malam selasa ini di Masjid Raya Almunawar Pancoran Jakarta Selatan, kini acara ini dihadiri berkisar antara 10.000 hadirin setiap minggunya, Hb Munzir juga meluaskan wilayah da’wah di beberapa wilayah Jakarta dan Sekitarnya, lalu mencapai hampir seluruh wilayah Pulau Jawa, Majelis Rasulullah tersebar di sepanjang Pantai Utara Pulau jawa dan Pantai Selatan, dan terus makin meluas ke Bali, Mataram, Irian Barat, bahkan Singapura, Johor dan Kualalumpur, demikian pula di stasion stasion TV Swasta, bahkan VCD, Majalah bulanan dll, (sbb/dakwatuna) 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ingat Allah Hatimu Akan Tenang

Organization