Home / Berita / Daerah / Jokowi Ditagih Janji Kampanyenya Tangani Asap

Jokowi Ditagih Janji Kampanyenya Tangani Asap

Bencana kabut asap memerlukan penanganan serius dari pemerintah. (goriau.com)
Bencana kabut asap memerlukan penanganan serius dari pemerintah. (goriau.com)

dakwatuna.com – Pekanbaru. Gerakan Riau Melawan Asap (RMA) menuntut janji kampanye Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani asap di Riau, di kediaman Prof Tabrani Rab, Jalan Pattimura, Pekanbaru Selasa (20/10). Ratusan warga lebur dalam orasi dan pembacaan puisi yang berisikan seruan pada pemerintah untuk memberikan hak masyarakat untuk menikmati udara segar dan sehat. RMA menuntut janji kampanye Jokowi untuk tangani asap.

Salah satu inisiator Riau Melawan Asap, Andree, dalam siaran persnya kepada dakwatuna.com, Selasa (20/10), meminta pemerintah bersungguh-sungguh mengatasi masalah kabut asap. Riau, dahulu Kerajaan Siak, memberikan modal yang besar bagi Republik Indonesia (RI) sejak awal RI berdiri. Kerajaan Siak menyumbangkan aset kerajaan bagi tegaknya NKRI. Namun dalam perjalanan Indonesia merdeka, Riau seperti dianggap tidak ada. Hutan dan alam Riau menjadi menjadi obyek perebutan kepentingan kapitalis yang bersekutu dengan kekuasaan.

“Apakah kita harus memiliki presiden baru agar warga Riau mendapatkan hak untuk menghirup udara sehat?” teriak Andree lantang.

Pakar kesehatan, Afdal mengkritik cara pemerintah menyelesaikan masalah kabut asap. Dalam orasinya, Afdal  mengatakan pemerintah melakukan penyesatan dengan mengalihkan persoalan asap dengan pengadaan masker. Tak peduli masker secanggih apa pun yang diberikan pemerintah, menurutnya, rakyat tak perlu itu. “Yang diperlukan rakyat adalah udara bersih. Ini bukan persoalan masker, tapi masalah udara bersih yang seharusnya menjadi hak rakyat tapi dirampas hingga puluhan tahun,” ungkap Afdal.

Sementara itu tokoh agama yang turut aksi, Abdul Somad, menyampaikan pandangan agama tentang kabut asap. Menurutnya, Nabi pernah melaknat  pembunuh 70 orang sahabat  selama sebulan. Pelaku pembakaran hutan dan pemerintah yang membiarkan pembakaran yang menyebabkan jutaan warga terserang ISPA dan ada yang mati karenanya sangat layak dilaknat.

“Mereka lebih kejam daripada pembunuh 70 orang sahabat Nabi. Apakah kita masih mendoakan keselamatan bagi mereka? Apakah masih meminta turun hujan bagi mereka? Maka orang-orang yang menyebabkan asap, membunuh 7 juta penduduk Riau, layak didoakan laknat. Termasuk mereka yang mengambil keuntungan dan melakukan pembiaran serta  memiliki kepentingan dari musibah kabut asap, buatlah mereka mati dalam keadaan su’ul khatimah[mati dalam keadaan buruk-red], karena telah menganiaya penduduk Riau,” papar pengasuh pengajian di Masjid Annur Pekanbaru ini. Abdul Somad mengingatkan warga agar menuntut haknya terbebas dari kabut asap karena mereka adalah manusia yang bermartabat.

Gerakan Riau Melawan Asap juga mendirikan posko kesehatan untuk warga yang terpapar asap di sekretariat Gerakan Riau Melawan Asap yang menumpang ke kediaman Tabrani Rab. Di tengah ratusan warga bermasker itu, nampak Ketua BEM Universitas Lancang Kuning, Rahmadian Azwir dan aktivis mahasiswa Universitas Riau. Siswa SD dan SMP juga hadir. Dalam aksi damai ini dihadiri tokoh agama, akademisi, pakar kesehatan, mahasiswa, pelajar, perwakilan Forum Dosen Muda Riau Hendri Marhadi, dan perwakilan akademisi yang merupakan dekan psikologi UIR Sigit Nugroho. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

[Video] Menlu Turki Kejutkan Warga Sudan

Organization