Home / Berita / Nasional / Satu Tahun Memimpin, Publik tak Puas dengan Kinerja Jokowi

Satu Tahun Memimpin, Publik tak Puas dengan Kinerja Jokowi

Jokowi-jk
Faktor ekonomi masih mendominasi munculnya ketidakpuasan publik – terhadap kinerja pemerintahan Jokowi (jpnn.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Tanggal 20 Oktober 2015 genap satu tahun Jokowi-JK memimpin Indonesia. Selama kurun waktu tersebut, 54,7 persen masyarakat tidak puas dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Hal tersebut terungkap melalui survei yang dilakukan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI).

“Faktor ekonomi masih mendominasi munculnya ketidakpuasan publik, 71,9 persen masyarakat tidak puas dengan bidang ekonomi,” kata
Juru Bicara KedaiKOPI, Hendri Satrio dalam diskusi “Setahun Jokowi-JK Indonesia Sudah Sampai Mana?’ di Jakarta, Ahad (18/10/15) sebagaimana dilansir inilahcom.

Selain itu, kata Hendri, persoalan penegakan hukum juga menjadi faktor ketidakpuasan publik sebesar 50,8 persen.

“Lalu bidang politik 50,3 persen publik engga puas,” jelasnya.

Dari hasil survei, lanjut Hendri, hanya satu bidang yang diapresiasi masyarakat adalah bidang kemaritiman yakni 57,0 persen responden merasa puas.

“Yang tidak puas 33,9 persen,” tutupnya.

Hasil tersebut diperoleh setelah KedaiKOPI melakukan survei terhadap 384 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh Indonesia, 52 persen di Jawa dan 48 persen di luar Jawa. Responden adalah pengguna telpon yang dipilih secara acak, menggunakan motode sample acak sistematis.

Proses pengumpulan data, kata Hendri dilaksanaka dari tanggal 14 -17 September 2015 melalui wawancara telpon menggunakan kiesioner terstruktur dengan responden usia 17 tahun keatas. Margin of error survei ini 5 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Ketidak puasa publik juga tercermin melalui hasil survei yang digelar Indo Barometer baru-baru ini.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari menjelaskan hasil survei yang dilakukannya menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Joko Widodo lebih rendah dibandingkan dengan kepercayaan publik terhadap KPK. Survei juga mengukur kepercayaan publik terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih tinggi.

“Tingkat kepercayaan publik tertinggi adalah pada KPK (82 persen), TNI (64,9 persen) dan presiden (78,6 persen),” kata Qodari dalam siaran pers yang dilansir Republika.co.id, Sabtu (17/10/15).

Sementara, tingkat kepercayaan publik terhadap DPR RI dan DPD RI tergolong rendah yaitu di bawah 50 persen dibandingkan lembaga negara/institusi politik lainnya. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization