Topic
Home / Berita / Nasional / Khatib Ini Hampir Dikeroyok Jamaah, Kenapa Bisa?

Khatib Ini Hampir Dikeroyok Jamaah, Kenapa Bisa?

Ilustrasi shalat Jumat. (belajar-fiqih.blogspot.com)
Ilustrasi shalat Jumat. (belajar-fiqih.blogspot.com)

Update (16/10/2015): Berita di bawah ini telah diklarifikasi pada berita berjudul “Ini Klarifikasi Ustadz Ali Akhmadi Terkait Isi Khutbahnya“. Dengan klarifikasi tersebut, berita di bawah ini telah dikoreksi.

dakwatuna.com – Jakarta. Sebuah Masjid di salah satu Kantor Kementerian di Jakarta, menjadi gaduh lantaran khatib shalat Jumat, yang bernama Ali Ahmadi menyampaikan dalam khutbahnya bahwa diluar perayaan Idul Adha dan Idul Fitri, ada juga hari raya besar umat Islam, yakni Idul Ghadir.

Mesjid rame, khatib kecolongan, bahas Idul Ghadir dan perayaan As-Syuro,” kata salah satu jamaah shalat Jumat yang tak ingin disebutkan namanya, kepada dakwatuna.com, Jumat (16/10).

Sontak saja jamaah shalat Jumat langsung geram dan mempertanyakan kepada pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mengapa pihak DKM bisa kecolongan. “Jadi dia orang bawaan pejabat di mari, dan pejabat ini adalah wakil ketua DKM, dibentak-bentak jamaah tadi,” tambahnya.

Akibatnya, marbot masjid menjadi sasaran kekesalan jamaah. “Kesian marbot, awalnya dia yang kena sasaran pertanyaan,” ungkapnya.

Jamaah semakin gelisah bahkan ingin mengeroyok khatib, ketika membuat pernyataan bahwa umat Islam yang tidak percaya Idul Ghadir adalah kafir. “Dan dia buat statement yang ga percaya Idul Ghadir, kafir!” tutupnya.

Diketahui, Idul Ghadir adalah hari raya Syiah. Hari itu dianggap Syiah sebagai hari pengangkatan Ali sebagai khalifah menggantikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW). Mereka mengklaim bahwa Jibril turun menyampaikan wahyu kepada Nabi SAW untuk menunjuk Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu (ra) sebagai khalifah. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Tentang Makna Kata “Fitri” dalam “Idul Fitri”

Figure
Organization