Home / Berita / Nasional / Ini Penjelasan BNN Terkait Peredaran Narkoba Digital I-Doser

Ini Penjelasan BNN Terkait Peredaran Narkoba Digital I-Doser

i-Doser merupakan sebuah aplikasi suara dalam format MP3 yang masuk ke kuping dan mengecoh kinerja otak. (beranda.co.id)
i-Doser merupakan sebuah aplikasi suara dalam format MP3 yang masuk ke kuping dan mengecoh kinerja otak. (beranda.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Beberapa waktu belakangan masyarakat diresahkan dengan beredarnya aplikasi berbasis teknologi audio yang juga disebut I-Doser  yang disebut-sebut sebagai narkoba digital.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Besar Slamet Pribadi menjelaskan I-Doser merupakan konten berupa binaural (dua suara) berdurasi 30-40 menit. Binaural sendiri merupakan teknologi yang diklaim dapat menstimulasi otak dan mengubah keadaan psikis narkoba. “Persis narkoba,” katanya di kantor BNN, Jakarta, Selasa, (13/10/15), sebagaimana di lansir tempo.co

Suara itu sendiri dinilai memang dapat mempengaruhi manusia secara emosi. Menurut Slamet, seseorang yang mendengar lagu dapat merasakan ketenangan atau malah menjadi gelisah, tergantung pada jenis musik yang didengarkan.

“Ini karena gelombang suara merangsang sel-sel saraf dan menghantarkannya ke otak,” tutur Slamet.
Namun, BNN sendiri tidak menetapkan aplikasi ini sebagai narkoba karena I-Doser tidak termasuk ke dalam golongan narkotika.

“Kan udang-undangnya sudah ada, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, yang dapat menyebabkan ketergantungan,” ucap Slamet.
Walaupun I-Doser diklaim dapat memberikan sensasi seperti narkoba oleh pendengarnya, tetapi itu bukan narkoba. Slamet menambahkan,

“Sebelum melakukan rilis, kami memanggil dokter dan para ahli untuk menguji ini narkoba atau bukan dan hasilnya tidak ditemukan perubahan pola otak setelah menggunakan aplikasi ini. Jadi ini bukan narkoba,” katanya.

Sementara itu dikutip dari viva.co.id, i-Doser merupakan sebuah aplikasi suara  dalam format MP3 yang masuk ke kuping dan mengecoh kinerja otak.

Aplikasi i-Doser bisa di-download ke smartphone berbasis Android ataupun iOS. Dengan memilih dosis yang tepat, maka gelombang suara yang masuk ke kuping akan mempengaruhi kinerja otak. Penggunanya kerap kecanduan mendengarkan alunan suara yang mengalun, inilah yang membuat kecanduan.

Dalam penjelasan di aplikasi tersebut, i-Doser ternyata mengandung irama binaural atau binaural beats. Irama itu terjadi ketika dua suara di frekuensi yang dekat didengar oleh kedua sisi telinga. Binaural beats biasanya digunakan untuk terapi gelombang otak. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Di Hadapan Ivanka Trump, Tun Mahathir Kecam Keras Amerika Serikat

Organization