Topic
Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Hutan Kami

Hutan Kami

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. Kepulan asap dari hutan terbakar. (Antara/ Satgas Bencana Asap Riau)
Ilustrasi. Kepulan asap dari hutan terbakar. (Antara/ Satgas Bencana Asap Riau)

dakwatuna.com

Sebulan berlalu langit kelabu
Tak terlihat biru tetapi menyengat sangat
Sesak menghampiri sebab orang yang tak peduli
Seenak perutnya berbuat tanpa sadar akibat

Hutan itu hendaknya hijau berkilau
Memberikan teduh dan kesegaran alam
Menyerap bah air berlimpah
Tempat penghidupan hewan belantara..
Sumber kehidupan pendamping lautan
Tetapi musim ini benar gersang tak berhujan
Semua kering menjadi kuyu, layu
Inikah kesempatan beraksi menyulut api di tengah kering kerontang?

Benar-benar tak tahu diri
Mereka menyulut membuat kabut
Tak berkesudahan asap menguap
Terbang jauh membentang. Sumatra, Kalimantan hingga Negeri seberang
Sesak nafas, mata pedih ditambah radang lengkap sudah penderitaan berulang
Tak hanya sekali dua kali, entah sampai kapan berhenti
Apabila….
Pemerintah lamban bergerak menambah daftar korban
Apabila…
Pemerintah diam membisu membuat senang para pelaku
Apabila..
Pemerintah gagal mengantisipasi inilah yang terjadi

Kebakaran hutan kami
Tanggung jawablah kau pemimpin bisu
Teriaklah kau para pemangku kursi
Telah habis air mata kami karena sesak berteriak menunggu jawab

Hutan kami…
Hendaknya lestari dan asri, kini tinggal debu. Kelabu tergantung di langit biru

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Lihat Juga

Pernyataan Sikap PP Pemuda PUI Tentang Insiden Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

Figure
Organization