Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Legenda Harta Karun di Dalam Alquran

Legenda Harta Karun di Dalam Alquran

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

hartadakwatuna.com – Harta Karun, istilah ini sangat populer sampai saat ini. Entah karena hubungannya dengan harta yang banyak atau karena kisahnya yang banyak mengandung hikmah.

Kenapa disebut harta karun?

Karun, sebenarnya nama seseorang, yang di dalam Alquran disebut dengan nama QARUN. Qarun hidup di zaman Nabi Musa as, Qarun adalah salah satu anak dari paman Nabi Musa as. Namun karena kesombongannya dalam harta benda Qarun termasuk orang yang dilaknat Allah SWT.

Berikut kisah Qarun yang diceritakan di dalam Alquran :

  1. (QS. Al Qashash : 76)

Artinya: Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.”

  1. (QS. Al Qashash : 77)

Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

  1. (QS. Al Qashash : 78)

Artinya: Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

  1. (QS. Al Qashash : 79)

Artinya: Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya[1139]. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.”

Keterangan angka :

[1139]. Menurut mufassir: Karun ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya.

  1. (QS. Al Qashash : 80)

Artinya: Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar.”

  1. (QS. Al Qashash : 81)

Artinya: Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

  1. (QS. Al Qashash : 82)

Artinya: Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah).”

Dari ayat-ayat di atas, kita dapat memperoleh gambaran tentang Qarun. Meskipun Qarun punya hubungan kekerabatan yang cukup dekat dengan Nabi Musa as, namun, dia tidak termasuk orang-orang yang beriman. Qarun sombong dan membanggakan diri karena harta benda yang melimpah. Begitu banyaknya harta benda Qarun sampai-sampai membuat banyak manusia yang kurang ilmu iri kepadanya.

Qarun menganggap kekayaan harta benda yang diperolehnya itu adalah semata-mata karena usahanya sendiri. Sungguh, hanya Allah SWT sajalah yang menyempitkan dan melapangkan rezeki seseorang. Maka perhatikan kesudahan Qarun yang mengingkari nikmat Allah SWT tersebut, dia dibenamkan kedalam bumi beserta rumah dan harta bendanya sebagai azab dunia dari Allah SWT.

Inilah mengapa setiap harta yang ditemukan di dalam bumi dan bernilai tinggi sering kita sebut dengan HARTA KARUN.

Dari cerita Qarun ini, dapat kita ambil beberapa hikmah, antara lain :

  1. Allah SWT, hanya Allah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki kita. Jadi tidak ada alasan untuk sombong dan membanggakan diri.
  2. Kekayaan harta benda adalah nikmat Allah SWT yang harus disyukuri supaya bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain, bukan untuk kebanggaan dan bermegah-megahan.
  3. Azab Allah SWT itu nyata. Jadi berhati-hatilah dalam mengelola nikmat Allah SWT. Harta benda hanyalah salah satu nikmat Allah SWT saja, masih ada kesehatan, kerukunan, diberikan anak, dan lain sebagainya itu semua nikmat yang diberikan kepada kita, jadi, mau kita gunakan untuk apa kenikmatan yang diberikan Allah SWT ini, bukankah azab Allah itu pedih?

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Dwi Agus Wahyudi
Anak kedua dari tujuh bersaudara. Lulus dari jurusan Akuntansi Universitas Islam Malang pada tahun 2005. Menjadi santri di beberapa pondok pesantren di Jawa Tengah sejak tahun 1994 sampai tahun 2000. Bekerja di beberapa perusahaan swasta sejak tahun 2005. Memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai General Manager pada tahun 2012 dan berwiraswasta sampai sekarang. saat ini menjadi ketua Yayasan Baitul Mal Nabawi dan juga ketua Paguyuban Hapus Riba area Jogja

Lihat Juga

Perlunya Belajar Tafsir Al-Qur’an Bagi Setiap Muslim

Figure
Organization