Home / Pemuda / Kisah / Kenapa Ini Harus Dibaca?

Kenapa Ini Harus Dibaca?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (tromboflebitblog.ru)
Ilustrasi. (tromboflebitblog.ru)

dakwatuna.comSobat, apakah sobat tahu apa hakikat hati? Ia hanyalah segumpal darah, tidak lebih. Yang di dalamnya Allah titipkan berbagai rasa, yang bersamanya Allah limpahkan segala kemuliaan. Namun sobat, tahukah kita bahwa segumpal darah ini bisa berubah warna kapan saja? Sungguh ia bergantung pada pemiliknya. Mau dibiarkan tetap bewarna merah segar, boleh. Mau diwarnai ungu sedikit keabu-abuan, bisa. Atau mau dibiarkan hingga ia bewarna hitam pekat plus bolong di sana-sini juga bisa. Tidak ada yang sulit, toh mewarnainya tidak perlu merogoh kocek untuk membeli cat atau pilox. Tenang saja, dengan sobat mengabaikan kewajiban, dengan sobat lengah terhadap amanah, dengan sobat menganggap remeh setiap senyuman, dan dengan sobat mengacuhkan setiap seruan kebaikan, maka sudah kok, segumpal darah yang ada dalam diri sobat sudah berubah warnanya. Bisa coklat, ungu, biru kelam, atau hitam kehijau-hijauan, ya, sesuai perilaku yang sobat request-lah. Praktiskan?

Tapi, jangan senang dulu, kita tidak boleh lupa, bahwa segumpal darah yang dititipkan oleh Allah kepada kita ini tetap saja sepenuhnya akan bertanggung jawab kepada pemilik aslinya, berserah diri pada pemilki aslinya, dan patuh pada perintah pemilik aslinya. Karena hanya Dia penguasa hati, dan hanya Dia yang Maha membolak-balikkan hati.

Jangan pernah menganggap remeh segumpal darah yang dititipkan ini, ya sobat? Di dalamnya ada segudang cinta, maka jangan arahkan kemudi cintanya ke arah yang membuat segumpal darah sobat menjadi hancur berantakan. Nanti jadinya malah sakitnya tuh di sini. Atau sobat malah mengatas namakan cinta yang ada di dalam segumpal darah itu sebagai landasan kuat untuk menghalalkan apa pun yang sobat mau, weleh weleh, kan bisa berabe nanti urusannya sobat, lah kalo segumpal darahnya berubah menjadi segumpal embrio, mau dibawa ke mana pertanggungjawabannya?

Di dalam segumpal darah itu sobat juga bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Bersimpati, suka, mengasihi dan merindu.

Tapi ingat elemennya nggak yang positif-positif aja, tak pandai mengarahkan kemudi, sobat akan memendam iri dan dengki di dalamnya, sobat akan memupuk subur dendam bersamanya, dan yang pasti sobat lupa bahwa semua itu membuat sobat buta akan nilai-nilai kebenaran, meski dia hanya dalam bentuk yang sederhana. Mana ada ya sejarahnya orang dengki terhadap orang lain hidupnya akan damai, sejahtera dan sentosa. Yang ada malah sebaliknya, ya kan? Lihat teman punya smartphone baru, hati rasanya dag dig dug ser, ehh pas teman liatin bahwa dia dapat kesempatan jalan-jalan ke luar negeri, hidung malah kembang-kempis plus mata merah yang berair-air menahan perih, ditambah lagi pas teman ke kampus markir mobil baru yang kinclong, ini kaki rasanya berat betul untuk dilangkahin, rasanya mau bakar itu mobil. Oalah, tenang dari mananya ya kalau segumpal darah itu ada perasaan yang seperti itu?

Nah, makanya, sobat! sekarang bertekadlah untuk memelihara warna segumpal darah itu seperti warna aslinya ketika Allah menitipkannya. Jangan jadi kreatif deh untuk urusan yang satu ini, toh kitakan hidupkan udah ada rambu-rambunya, kalau bingung, ada Alquran dan hadist kok tempat berpijaknya, kalau masih galau, datangin mereka-mereka yang telah dulu lebih paham dan jangan memandang yang lebih kecil berarti yang lebih tidak tahu, dan kalau ragu, imbangi ilmu yang kita punya dengan perbuatanya. Without action, everything is ZONG!

Oke sobat?

Kalau udah baca, cek dulu segumpal darahnya,

Udah bewarna apa dia hari ini? kalau sedikit melenceng dari warna aslinya, cepat-cepatlah diperbaiki, mumpung masih ada kesempatan.

Mangat, sob!!!

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 6,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Zerry Izka
Mahasiswi Psikologi Unand. Ingin menjadi penulis inspiratif. Saat ini sedang menggarap satu buku nonfiksi bergenre psikologi, dan 2 novel.

Lihat Juga

Keikhlasan dan Kerendahan Hati Ibu