Home / Berita / Nasional / Foto Shalat Jamaah Pria Berbaur dengan Wanita ini Bikin Heboh

Foto Shalat Jamaah Pria Berbaur dengan Wanita ini Bikin Heboh

Foto-foto berbaurnya jamaah laki-laki dan perempuan bikin heboh pengguna facebook. (https://web.facebook.com/DakwahKampusCom)
Foto-foto berbaurnya jamaah laki-laki dan perempuan bikin heboh pengguna facebook. (https://web.facebook.com/DakwahKampusCom)

dakwatuna.com – Jakarta.  Foto-foto shalat berjamaah pada saat idul adha yang tidak memisahkan antara shaf laki-laki dan perempuan membuat heboh pengguna media sosial facebook.

Foto yang diunggah oleh akun facebook Dakwah Kampus pada jumat (25/9/15) itu terlihat sejumlah jamaah laki-laki sedang melaksanakan shalat bercampur dengan jamaah perempuan tanpa pemisah.

Dari keterangan yang diposting bersama dengan foto-foto tersebut dijelaskan kalau foto-foto tersebut diambil di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah

Berikut keterangan yang disematkan dalam foto tersebut:

Astaghfirullah…
Ini pelaksanaan shalat Id di Simpang 5 Semarang…
Ini Semarang loh… bukan di tempat yang tidak ada Ulama disana…
Ini Semarang loh… masih di Pulau Jawa yang mayoritas muslim…

Beginilah umat Islam bila tak diperhatikan oleh pemerintah…
Beginilah umat Islam ba pemerintah tak mengurusinya dengan Islam…

Buka mata kawan… di zaman ini, Islam betul-betul dikerdilkan hingga umat Islam sendiri kurang memahami Islam itu sendiri…

Ini perkara sholat loh… ibadah pertama yang akan dihisab oleh Allah Swt…

Sementara itu, dilansir republika.co.id, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah KH Ahmad Darodji mengaku belum melihat langsung foto bercampurnya jamaah laki-laki dan perempuan. Pihaknya akan mengklarifikasi pihak panitia shalat Idul Adha yang digelar di lapangan Pancasila, Simpanglima tersebut.

“Kami tentu akan meminta penjelasan dari panitia penyelenggara yang bersangkutan perihal apa yang ada dalam foto-foto tersebut,” katanya di Semarang, Sabtu (26/9/15).

Ahmad Darodji merasa prihatin dengan beredarnya foto shalat Idul Adha yang tak memisahkan shaf jamaah laki-laki dan perempuan tersebut, meski demikian MUI tidak gegabah mengamini kemungkinan adanya kesalahan pihak panitia penyelenggara shalat Idul Adha di Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/9).

Ahmad juga menyampaikan bahwa untuk membedakan shaf jamaah laki-laki dan perempuan mestinya ada batas. Jika tidak ada kain setidaknya bisa menggunakan tali atau membuat jarak sebagai pembeda shaf tersebut.

Namun begitu, iapun juga tidak yakin kalau panitia shalat Idul Adha kali ini melakukan kekeliruan itu. Sebab pemanfaatan lapangan Pancasila untuk shalat Id tidak hanya saat shalat Idul Adha saja, namun juga untuk shalat Idul Fitri.

Artinya panitia bukan sekali dua kali menyelenggarakan hajat tersebut. Bahkan shalat Id di Simpang Lima masih menjadi favorit warga Kota Semarang selain di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

MK, Sosial Media dan Etalase Demokrasi