Topic
Home / Berita / Silaturahim / Abiyan, Bocah Penderita DM yang Harus Disuntik Insulin Setiap Hari

Abiyan, Bocah Penderita DM yang Harus Disuntik Insulin Setiap Hari

Abiyan Nanda Sofwan (6) bocah penderita Diabetes Mollitus (DM) tipe B yang harus disuntik insulin setiap hari. (LKC DD)
Abiyan Nanda Sofwan (6) bocah penderita Diabetes Mollitus (DM) tipe B yang harus disuntik insulin setiap hari. (LKC DD)

dakwatuna.com – Jakarta.  Abiyan Nanda Sofwan (6) bocah yang kini duduk di bangku Pendidikan Usia Dini (PAUD) itu terlihat ceria. Ia sesekali menjawab dengan lincah pertanyaan para pengunjung lain tentang apa saja yang di lontarkan padanya.

Tak ada beban terlihat di wajahnya dan tak nampak kesakitan dari raut mukanya, saat menunggu hasil laboratorium di lantai II Gedung LKC Dompet Dhuafa, Senin (21/9/15). Abiyan berlaku layaknya anak kecil pada umumnya, ia sesekali bergelayut dengan manjanya dipelukan ibu tercintanya, anak kedua dari pasangan Syafrudin (47) dan Ade Sahara (34) itu telah genap empat tahun menderita Diabetes Mollitus (DM) tipe B.

“Abiyan emang lincah banget anaknya pak, semua orang yang ngeliat dia gak akan menyangka kalau dia sakit-sakitan” ungkap Syafrudin saat ditemui untuk wawancara.

Syafrudin mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui anak bungsunya itu menderita penyakit DM sekitar 4 tahun yang lalu, kala itu setelah Abiyan tidak meminum ASI lagi kondisi badannya mengalami penurunan drastis dari 21 kg turun 7 kg dalam 3 bulan. Setiap siang Abiyan banyak meminum air namun selepas senja Abiyan banyak melakukan buang air kecil, hingga suatu waktu Abiyan yang sedang dibonceng naik sepeda oleh ibunya terlihat sangat kepayahan, bahkan napasnya terlihat tersengal-sengal padahal  ia tidak sedang melakukan aktivitas yang berat.

“Waktu itu anak saya kelihatan kelelahan banget padahal lagi dibonceng sepeda sama ibunya, waktu itu terlihat sama RT saya Pa  Haji Mulyadi, terus saya berangkat ke rumah sakit swasta, dan setibanya di rumah sakit terjadi krisis dan harus masuk ruang ICU” terang ayah dua anak ini.

Hingga akhirnya, dokter rumah sakit yang memeriksanya memvonis Abiyan menderita DM, dan sejak itulah Abiyan harus menggunakan suntikan insulin setiap hari. “Anak saya harus suntik insulin tiap hari, sekarang hampir 4 tahunan pak, kalau ditotal-total sebulan biayanya bisa mencapai Rp 1,5 juta pak, saya kerja cuman bagian kebun di kementrian Pemuda dan olah raga itupun out shourching, dan gaji saya habis waktu pembiayaan anak saya waktu masuk rumah sakit dulu” keluh Syafrudin.

Dalam keadaan bingung setelah hutang menumpuk, beruntung Syafrudin bertemu dengan salah satu member LKC Dompet Dhuafa. Tatkala member tersebut melihat putranya menggunakan insulin, lantas ia menyarankan untuk mendaftarkan diri ke LKC Dompet Dhuafa.

Waktu itu istrinya pak Ilhah liat Abyan di suntik, dia nyaranin saya buat daftar ke sini, terus saya minta anterin dia untuk daftar ke LKC, sekarang Alhamdulillah saya dah gak pusing lagi mikirin biaya suntik insulin” ungkap Syafrudin dengan senyum bahagia mengakhiri.  (gm/mj/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization