Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Dua Juta Calon Jamaah Haji Mulai Bergerak Menuju Arafah

Dua Juta Calon Jamaah Haji Mulai Bergerak Menuju Arafah

wukuf
Tidak kurang dari dua juga calon jamaah haji akan melaksanakan wukuf di Padang Arafah, Rabu (23/9/15). (republika.co.id)

dakwatuna.com – Makkah.  Dua juta orang lebih calon jamaah haji dari berbagai negara mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah untuk melakukan wukuf, Rabu (23/9/15) dini hari. Mereka sudah mulai bergerak untuk melakukan ibadah haji di Padang Arafah yang berjarak sekitar 10 kilometer ke arah tenggara dari Mina.

Para jamaah tersebut melakukan perjalanan menuju Arafah dibawah pengamanan sekitar 100 ribu polisi setempat.

“Mereka sudah bergerak ke Arafah, kita meningkatkan pengamanan, sejak hari pertama dimulainya haji. hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya ancaman teror,” ujar Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Mansur Al Turki, dilansir republika.co.id, Rabu (23/9/15).

Mansur mengakui, memang sempat ada ancaman dari kaum ekstrimis terkait teror bom di Masjidil Haram. Namun, hal tersebut bukan berarti polisi mengendurkan pengamanan saat jemaah mulai meninggalkan mekkah. Pengawalan tetap akan dilakukan hingga haji selesai.

Selain melakukan pengamanan dari ancaman teror, pihak pemerintah setempat juga mengantisipasi adanya peredaran Mers yang mematikan. Riyadh sendiri terjadi lonjakan infeksi tersebut pada bulan lalu. Maka, pihak pemerintah setempat mengadakan pemeriksaan rutin dan pemberian vitamin kekebalan tubuh.

Jamaah Calon haji juga diingatkan agar memanfaatkan wukuf di Padang Arafah hanya untuk berdoa menyusul dalam waktu tiga hari ke depan, prosesi puncak ibadah haji akan dimulai.

“Di sana (Arafah) jangan dimanfaatkan untuk silaturahim dan jalan-jalan,” kata Kepala Bidang Bimbingan Ibadah dan Pengawasan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1436H/2015M, Ali Rokhmad, Minggu (20/9/2015) dikutip dari kompascom.

Ali Rokhmad mengatakan biasanya banyak jemaah yang memanfaatkan waktu wukuf juga untuk jalan-jalan ke Jabal Rahmah dan foto-foto atau bersilaturahim. Padahal dari aspek kesehatan juga tidak disarankan mendaki Jabal Rahmah, karena jamaah dikhawatirkan kelelahan untuk menjalani proses ibadah haji lainnya.

Apalagi setelah wukuf, pada sore hari jemaah akan bergerak ke Muzdalifah untuk melakukan shalat jama qashar Magrib dan Isya, kemudian pada pertengahan malam hari bergerak ke Mina untuk melakukan proses melempar jamrah.

“Wukuf di Arafah itu maknanya harus memahami eksistensi diri, apa yang sudah dilakukan, dan berdoa untuk keselamatan diri dan keluarga, termasuk jangan lupa berdoa untuk keselamatan dan kesejahteraan bangsa dan negara (Indonesia),” ujar Ali.

Pada 9 Zulhijjah atau 23 September 2015, kegiatan wukuf di Padang Arafah, akan ada khotbah untuk jamaah haji Indonesia akan disampaikan anggota Amirul Hajj yang juga anggota Dewan Syuro PBNU Masdar Farid Masudi. (sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization