Topic
Home / Berita / Nasional / Ini Dia Cara Menyembelih Hewan Kurban yang Benar dan Sesuai Syariat

Ini Dia Cara Menyembelih Hewan Kurban yang Benar dan Sesuai Syariat

Pemeriksaan hewan kurban diperlukan guna memastikan kesehatan hewan sebelum disembelih. (suryaonline.co)
Pemeriksaan hewan kurban diperlukan guna memastikan kesehatan hewan sebelum disembelih. (suryaonline.co)

dakwatuna.com – Jakarta. Direktur Pusat Kajian Halal Fakultas Peternakan UGM Hanung Danar Dono menjelaskan proses penyembelihan hewan kurban yang benar dan sesuai syariat.

“Yaitu, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan atau tepatnya di bawah jakun. Saluran tersebut terdiri dari saluran nafas, saluran makanan, serta pembuluh darah arteri karotis dan vena jugularis,” papar Hanung, seperti dilansir republika.co.id, Rabu (16/9/15).

Sebelum ternak benar-benar mati, ujarnya, siapapun dilarang menusuk jantung, menguliti, memotong kaki dan ekornya.

“Cara mengecek kematian hewan, cukup melihat refleks mata, refleks ekor dan refleks kuku. Apakah masih berkedip atau tidak. Refleks ekor bergeser atau tidak saat dipegang,” ujarnya.

Sebelum proses penyembelihan, ternak harus diistirahatkan. Apabila ternak mengalmi stress karena kekelahan atau takut, kualitas dagingnya akan menurun. Bahkan rasa dagingnya bisa menjadi kecut dan alot.

Ternak juga harus dipuasakan selama 12 jam agar tidak beringas saat disembelih. Sehingga penanganan dagingnya juga lebih mudah karena isi perut sudah berkurang.

Sementara itu dikutip dari tribunnews.com, Dekan FKH-IPB Prof Dr Drh Srihadi Agungpriyono, saat memberikan pelatihan dan tata cara menyembelih hewan qurban dengan baik dan benar kepada pengurus Dewan Keluarga Masjid (DKM) di Kabupaten Bogor mengatakan bahwa hewan kurban yang akan disembelih harus disejahterakan.

“Hewan yang akan disembelih harus sehat, cukup umur, dan kondisinya tidak stres,” katanya.

Menurut Srihadi, jika kondisi hewan stres, saat disembelih darah hewan akan lebih banyak naik ke otak sehingga hewan lebih lama mati. Selain itu, darah yang keluar juga tidak maksimal.

“Sebelum digunakan, ketajaman pisau harus diperhatikan, bila perlu dicoba dengan membelah kertas secara vertikal dengan sekali tebas atau setajam silet,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dosen FKH IPB, Drh Ardilasunu Wicaksono mengatakan, pada saat proses penyembelihan harus cepat, sekali ayun dan langsung memotong tiga saluran yang ada dileher hewan, yakni trakhe, esofagus dan pembuluh darah (vena jugularis, dan arteri carotis comunis di kiri dan kanan.

“Jika tiga saluran ini terpotong sekaligus maka, aliran darah yang keluar dari hewan akan maksimal, hewan pun akan cepat mati, dan membuat lubang yang cukup dalam untuk menampung darah hewan kurban saat disembelih ” katanya.

Menurut dia, ada beberapa hal yang dilarang dilakukan oleh penyembelih dan panitia qurban, yaitu menyiram tubuh hewan terutama di luka sembelihan dengan air, menyeret, memindahkan dan menggantung hewan, serta menguliti bahkan memisahkan kaki, kepala hewan,

“Pastikan hewan benar-benar mati, dan aliran darah keluar maksimal, karena jika aliran darah tidak keluar maksimal maka daging akan lebih cepat busuk,” katanya.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Kisah Nyata: Mualaf di Persimpangan Syariat-Nya

Figure
Organization