Topic
Home / Berita / Nasional / Kisah Dua Sahabat yang Sama-sama Jadi Korban Crane Ambruk

Kisah Dua Sahabat yang Sama-sama Jadi Korban Crane Ambruk

Dua sahabat karib almarhumah Painem (63) dan Safarini (50) saat berada di Asrama Haji Medan menunggu keberangkatan beberapa waktu lalu. (tribunnews.com)
Dua sahabat karib almarhumah Painem (63) dan Safarini (50) saat berada di Asrama Haji Medan menunggu keberangkatan beberapa waktu lalu. (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Medan.  Dua jamaah calon haji asal Sumatera Utara yang menjadi korban meninggal dalam insiden ambruknya alat penderek (crane) di Masjidil Haram pada Jumat 11 September lalu memang sudah lama bersahabat.

Keduanya adalah Painem Dalio Abdullah (63) dan Safarini binti Baharuddin (50). Painem dan Safarini jamaah calon haji tergabung dalam Kelompok Terbang 008 Embarkasi Medan (MES). Dua warga Kecamatan Medan Deli ini berangkat ke Tanah Suci pada 28 Agustus 2015.

“Isteri saya dan ibu Painem itu bersahabat sudah lama. Bahkan mereka menabung bersama selama lima tahun untuk pergi haji,” aku Ngatirin, suami almarhumah Safarini seperti dilansir okezone.com

Ngatirin mengaku ikhlas atas kepergian istrinya. Keluarga juga sudah sepakat untuk tidak membawa jenazah ke Indonesia. “Rencana jenazah akan dimakamkan di Mekah. Mudah-mudahan amal ibadah istri saya bisa diterima Allah SWT,” pungkasnya.

Kisah mengharukan lainnya datang dari Iti Rasti binti Darmini, warga Jalan Nyampay No 45 RT 002/010, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Meninggal di Tanah Suci ternyata menjadi salah satu cita-cita wanita berusia 56 tahun itu. Perjalanan haji kali ini adalah yang kali pertama dilakukannya.

Dikutip dari merdekacom, Ibu tiga anak ini berangkat ke Tanah Suci bersama dengan sang suami, Duskarno (67) dengan rombongan Kloter 23, Sabtu (29/8) lalu. Dua pekan beribadah di Mekkah kabar duka itu datang..

Iti meninggal dunia. Sementara, sang suami selamat lantaran saat kejadian sedang berada di tempat peristirahatan.

“Saya mendapat laporan dari KBIH. Bahwa ibu saya sudah meninggal,” kata Arbani Sodiq (31) putra kedua Iti saat ditemui di kediamannya, Sabtu (12/9/15).

Keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kepergian Iti. Sebab, ilmu ikhlas adalah hal yang selalu disampaikan Iti kepada anak-anaknya.

Menurutnya, sang ibu memang memiliki keinginan meninggal dunia di Tanah Suci. “Sebelum berangkat memang ibu pernah bilang ingin meninggal di Mekkah,” terangnya.

Kini Iti pergi untuk selama-lamanya. Ia meninggalkan suami dan tiga anaknya di usia ke-56.

Hingga saat ini, jumlah jamaah asal Indonesia korban meninggal dalam insiden ambruknya crane sebanyak tujuh orang. Sementara yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit ada 31 orang, sedangkan yang sudah kembali ke pemondokan sebanyak 10 orang. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization